BEI Terapkan Aturan Baru Fraksi Harga Saham

Per tanggal 2 Mei 2016 BEI terapkan lima fraksi harga saham.

Mengenal Berbagai Tipe Investor

Anda termasuk tipe investor yang mana?

Tips Sebelum Pindah Bank KPR

Perhitungkan secara teliti apabila Anda akan memindahkan KPR ke bank lain.

Mesiasati Harga Jual-Beli Ketika Menjual Emas

Bagaimana menyiasati selisih/spread harga jual-beli emas ini agar kenaikan sesungguhnya yang akan kita peroleh tidak berkurang banyak?

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Berikut ini informasi dan tips bagi Anda yang mempunyai atau ingin memiliki kartu kredit.

Senin, 22 Juli 2013

Mengenal Tabungan Deposito Berjangka

Lembaga keuangan bank mempunyai beberapa produk simpanan, salah satunya adalah deposito berjangka. Deposito adalah sejenis produk investasi/tabungan yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Kelebihan tabungan deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa namun uang yang telah disimpan hanya boleh ditarik nasabah setelah jangka waktu tertentu. Oleh karena itu biasa disebut deposito berjangka.


Dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, deposito merupakan instrumen investasi dengan resiko yang kecil. Melalui investasi deposito berjangka, Anda dapat menjaga nilai pokok dari uang yang Anda investasikan. Hal ini berbeda dengan instrumen investasi dalam bentuk saham dan investasi obligasi, dimana ada kemungkinan nilai pokok dari kedua investasi tersebut dapat berkurang. Nilai pokok obligasi sangat tergantung dari pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga bergerak naik, harga obligasi bergerak turun. Begitu pula halnya dengan harga saham, yang juga tergantung pada kondisi pasar. Setiap kali terjadi ketidakstabilan politik dapat menyebabkan perubahan harga saham biasa berupa penurunan harga saham.

Oleh karena itu, bila Anda memiliki investasi dalam bentuk deposito berjangka, investasi Anda akan aman dari penurunan nilai pokok, walaupun suku bunga bergerak naik turun. Fluktuasi suku bunga bank hanya akan berpengaruh terhadap pendapatan bunga yang Anda terima, tidak pada penurunan atau kenaikan nilai pokok uang yang Anda investasikan.

Tabungan deposito juga dapat berfungsi sebagai alat investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan menginvestasikan uang dalam deposito berjangka, Anda mempunyai pilihan jatuh tempo dalam waktu satu, tiga, enam, dua belas bulan atau dua puluh empat bulan. Anda akan dikenakan denda (penalty) dengan tidak mendapat hasil apapun apabila Anda mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo. Dengan demikian, bila Anda berniat menggunakan uang tersebut delam jangka pendek sebaiknya Anda membuka tabungan. Karena dengan membuka tabungan, dana Anda sewaktu-waktu dapat diambil tanpa harus dikenakan denda. Namun, perlu Anda ketahui bahwa suku bunga tabungan yang diberikan biasanya lebih kecil dari suku bunga deposito bank. Walaupun demikian, dari pada menyimpan uang dibawah bantal, tentu menyimpan uang di bank akan lebih aman sesuai dengan pilihan jangka waktu yang diperlukan.

Uang yang Anda simpan di Bank, yang memenuhi persyaratan pemerintah, adalah seratus persen dijamin pemerintah dari resiko kegagalan bayar. Skema garansi tersebut masih diberlakukan oleh pemerintah untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan uang yang Anda simpan bila bank tersebut ditutup atau diambil alih. Pemerintah akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa uang Anda akan dibayarkan kembali sesuai dengan jumlah yang Anda simpan.

Deposito berjangka juga tersedia dalam beberapa mata uang asing. Jangan menyimpan uang Anda seluruhnya dalam bentuk tabungan deposito rupiah. Simpan sebagian dalam bentuk rupiah untuk keperluan mendadak dan bukalah deposito dalam mata uang US Dolar untuk keperluan jangka panjang. Anda mungkin khawatir akan fluktuasi nilai tukar mata uang pada deposio USD Anda, tetapi bila Anda terlalu konservatif, uang yang Anda tanamkan tidak akan cukup untuk mengimbangi laju inflasi. Anda akan kehilangan kemampuan daya beli akibat nilai tukar uang tersebut sangat rendah. Jika Anda memerlukan uang dalam bentuk US dollar dimasa yag akan datang, Anda sebaiknya menyimpan uang dalam US dollar.

Investasi / tabungan deposito relatif aman dan konservatif. Walau bagaimanapun, Anda seharusnya tidak berinvestasi hanya dalam bentuk deposito saja dalam portfolio investasi Anda. Diversifikasikanlah portfolio investasi yang Anda miliki. Jika Anda cenderung konservatif, tetaplah pada porsi deposito berjangka yang lebih besar dan sebagian kecil lainnya dalam instrumen obligasi dan saham.

Kamis, 04 Juli 2013

Bijak Menentukan Jumlah yang Harus Ditabung

Menabung merupakan aktifitas yang terkadang sulit kita lakukan. Karena setiap orang akan berbeda-beda biaya kebutuhan sehari-harinya. Terkadang, penghasilan yang diperoleh pun, tidak mencukupi kebutuhannya selama sebulan. Hingga pada akhirnya besar pasak daripada tiang.


Sebelum Anda menentukan berapa jumlah uang yang harus ditabung, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

1. Bentuk anggaran pengeluaran bulanan Anda
Pembentukan anggaran pengeluaran bulanan anda akan sangat membantu Anda memberikan guidance ke pos-pos apa saja yang sebenarnya lebih saya butuhkan dalam waktu sebulan. Skala prioritas menjadi landasan utama dalam memanage keuangan Anda sehingga Anda dapat mulai melakukan kebiasaan menabung.

2. Pastikan cashflow Anda dalam keadaan positif
Ketika cashflow dalam keadaan positif ini dapat memberikan gambaran berapa sih sisa penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya.

3. Tentukan tujuan
Penentuan tujuan menabung Anda dapat memberikan motivasi Anda lebih tinggi untuk disiplin dalam menabung. Misalnya, Anda ingin menikah 4 tahun lagi. Biaya menikah sekarang 50 juta. Nah Anda akan termotivasi untuk mencapai tujuan keuangan yang Anda telah tetapkan jangka waktunya.

Sebaiknya Anda tidak hanya menabung saja. Karena nilai uang ril saat ini lebih berharga daripada esok hari. Kondisi tersebut terjadi karena nilai uang yang akan datang akan tergerus oleh inflasi. Nah lebih baik, pola menabung tersebut diubah menjadi kebiasaaan berinvestasi untuk mengalahkan nilai inflasi yang dapat mengerus kekuatan ril uang yang Anda peroleh selama ini.

Setiap orang mempunyai jumlah tabungan dan investasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Literatur di luar negeri mengatakan minimum tabungan & investasi adalah 10% dari jumlah penghasilan.

Sayangnya di Indonesia jumlah tersebut tidak cukup dikarena rata-rata inflasi 15 tahun terakhir yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, idealnya minimum yang disisihkan (tabungan & investasi) adalah 15% dari penghasilan. Adapun jumlah maksimal tidak ada alias sebanyak-banyaknya. Sudah barang tentu investasi jauh lebih baik dari menabung karena bisa "menambah" aset Anda.