Rabu, 18 Desember 2013

Memahami Arti Karat Emas


Membeli perhiasan emas di Indonesia harus jeli karena beberapa toko emas seringkali berbeda dalam menetapkan kadar karat. Sebagai contoh, toko A menyebut kadar emas 22 karat untuk kandungan emas murni 80 persen. Sementara toko B untuk kandungan 70 persen. Akibatnya, harga emas dengan karat yang sama akan berlainan antara satu tempat dengan tempat lain.



Apa sebenarnya arti karat? Karat emas merupakan standar pengukuran tingkat kemurnian emas. Sifat unik dari emas adalah semakin murni kadarnya maka akan menjadi semakin lunak. Untuk mempertahankan bentuk emas maka emas dicampur dengan logam lain seperti perak atau tembaga. Tetapi semakin rendah kemurnian emas makan semakin turun harganya.

Kadar paling tinggi 24 karat dan dinyatakan sebagai emas murni. Emas 23 karat berarti tingkat kemurniannya 23/24 x 100 persen atau sekitar 95,8 persen. Jika emas kadar 22 karat dengan berat 10 gram, maka kandungan emas murninya = 22/24 x 10 = 9,167 gram.

Pemerintah sudah menetapkan ketentuan kadar emas lewat Standar Nasional Indonesia (SNI) No: SNI 13-3487-2005. Sayangnya, belum semua toko emas mau mengacu pada standar tersebut dan membuat standar sendiri. Oleh karena itu, kadar karat emas di Indonesia sering lebih tinggi (20-22 karat) daripada emas di luar negeri (18-19 karat), meski sesungguhnya memiliki kandungan emas yang sama. Emas 20 karat di sini mungkin memiliki kandungan emas yang sama dengan emas 18 karat di luar negeri. Jadi saat membeli perhiasan emas, sebaiknya mengacu pada kadar kemurnian emas daripada kadar karat.

berikut ini kadar karat emas versi SNI:

    24 K = 99,00 – 99,99 persen
    23 K = 94,80 ­­­– 98,89 persen
    22 K = 90,60 – 94,79 persen
    21 K = 86,50 – 90,59 persen
    20 K = 82,30 – 86,49 persen
    19 K = 78,20 – 82,29 persen
    18 K = 75,40 – 78,19 persen

0 comments: