BEI Terapkan Aturan Baru Fraksi Harga Saham

Per tanggal 2 Mei 2016 BEI terapkan lima fraksi harga saham.

Mengenal Berbagai Tipe Investor

Anda termasuk tipe investor yang mana?

Tips Sebelum Pindah Bank KPR

Perhitungkan secara teliti apabila Anda akan memindahkan KPR ke bank lain.

Mesiasati Harga Jual-Beli Ketika Menjual Emas

Bagaimana menyiasati selisih/spread harga jual-beli emas ini agar kenaikan sesungguhnya yang akan kita peroleh tidak berkurang banyak?

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Berikut ini informasi dan tips bagi Anda yang mempunyai atau ingin memiliki kartu kredit.

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

BEI Terapkan Aturan Baru Fraksi Harga Saham

Terhitung sejak tanggal 2 Mei, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan aturan baru fraksi harga saham. Melalui Surat Keputusan Direksi BEI No Kep-00023/BEI/04-2016, BEI memberlakukan lima satuan fraksi harga.


Dengan berlakunya aturan ini, Keputusan Direksi BEI No Kep-00071/BEI/11-2013 tanggal 8 November 2013 tentang perubahan satuan perdagangan dan fraksi harga tak berlaku lagi. Analis yakin, perubahan fraksi harga bisa menggairahkan bursa.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, menilai, dua kelompok harga, yakni di bawah Rp 200 dan antara Rp 200 hingga Rp 500, akan menjadi kelompok harga favorit investor ritel. "Berpotensi lebih cepat meraup keuntungan," ungkapnya, Minggu (1/5).

Aturan fraksi harga saham yang berlaku sebagai berikut:
Fraksi harga Rp1: Rp50-Rp200
Fraksi harga Rp2: Rp200-Rp500
Fraksi harga Rp3: Rp500-Rp2000

Kelompok Harga Fraksi Harga
Rp50-Rp200 Rp1
Rp200-Rp500 Rp2
Rp500-Rp2000 Rp5
Rp2000-Rp5000 Rp10
> Rp5000 Rp25

Investor ritel memang kurang menyukai aturan lama. Fraksi harga lama kerap identik dengan pro asing, yang notabene investor besar, bukan untuk kepentingan pemodal ritel. "Dengan berlakunya aturan baru, investor ritel kemungkinan lebih aktif bertransaksi di bursa daripada tahun lalu," ungkap Hans.

Ia memprediksi, volume transaksi akan bertambah 5% setelah aturan baru berlaku. Prediksi tersebut didukung prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung menanjak dibandingkan tahun lalu.

Sejak awal tahun hingga Jumat (29/5) lalu atau year-to-date (ytd), IHSG sudah naik 5,35%. Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, belum bisa memprediksi penambahan volume transaksi saham pasca pemberlakuan aturan baru fraksi harga.

Namun Satrio menilai, apabila rata-rata volume transaksi harian pada 2013 mencapai 6,24 miliar, maka pada tahun ini diharapkan di atas angka tersebut. Sepanjang 2015, rata-rata volume transaksi harian mencapai 5,98 miliar.

Dia memprediksi, ada tiga kelompok harga yang berpotensi menguntungkan. Yakni kelompok Rp 200, Rp 500 dan Rp 2.000. "Jika main satu poin saja sudah mendapat untung," kata Satrio.

Rabu, 24 Februari 2016

Emas Batangan Motif Batik Mulai Dijual di Yogyakarta

Akhir tahun 2015 lalu, PT Aneka Tambang meluncurkan emas batangan dengan varian baru, yaitu bermotik batik. Varian ini mulai dipasarkan di outlet-outlet resmi Antam di Yogyakarta dan sekitarnya. Outlet di Yogyakarta bertempat di Jalan Laskda Adi Sucipto 26.



Emas batangan dengan motif batik ini merupakan representasi budaya nasional Indonesia, diharapkan dapat menambah nilai estetika dari produk emas batangan bagi investor dan kolektor emas.

Logam mulia corak batik ini tersedia dalam 4 corak yaitu Kawung Picis, Sido Mukti, Parang Barong, dan Mega Mendung, serta mempunyai pilihan ukuran 10 dan 20 gram.

Bagi Anda yang ingin mengoleksinya, Anda harus merogoh kocek lebih dalam, pasalnya harga dipatok lebih mahal 40-50 ribu per gram daripada emas batangan biasa. Desain motif khusus dan kemasan yang istimewa mendasari harga yang ditetapkan lebih tinggi.

Kamis, 19 Februari 2015

Pemerintah Indonesia Lelang Obligasi Negara Rp. 10 Triliun

Pemerintah Indonesia akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi negara dalam mata uang rupiah pada 3 Maret 2015, dengan target indikatif Rp10 triliun. Berdasarkan keterangan tertulis dari Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, lelang dengan target indikatif Rp. 10 triliun tersebut untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.



Surat Utang Negara yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp. 1 juta dengan seri-seri sebagai berikut:

Seri SPN03150604 (new issuance)
Jatuh tempo: 4 Juni 2015

Seri SPN12160304 (new issuance)
Jatuh tempo: 4 Maret 2016

Seri FR0070 (reopening)
Kupon: 8,375%
Jatuh tempo: 15 Maret 2024

Seri FR0068 (reopening)
Kupon: 8,375%
Jatuh tempo: 15 Maret 2034.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang akan bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Total alokasi pembelian non-kompetitif untuk SUN seri SPN03150604 dan SPN12160304 adalah sebesar 50% dari yang dimenangkan. Sedangkan alokasi pembelian non-kompetitif untuk FR0070 dan FR0068 adalah maksimal sebesar 30% dari yang dimenangkan.

Keterangan tersebut menyatakan, penerbitan surat utang akan dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2015.

Jumat, 23 Januari 2015

Saham Terbaik dan Layak Beli di Tahun 2015

Anda yang masih pemula atau masih belajar dalam investasi saham, tentu perlu mengetahui saham-saham yang bagus. Adalah 28 saham perusahaan terbaik, terutama 5 sektor yang perlu diperhatikan, yaitu industri barang konsumsi, infrastruktur, keuangan, Perdagangan dan jasa, serta properti.



Ke 28 perusahaan tersebut diperoleh setelah melalui analisa sejumlah indikator seperti likuiditas, profitabilitas, volatilitas harga selama tahun 2014, nilai transaksi harian, return on equity (ROE), transparansi, debt to equity ratio (DER), dan lain-lain. Berikut emiten terbaik yang bisa Anda pertimbangkan untuk dikoleksi di tahun 2015.

Industri Manufaktur

    PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) +10,4%
    PT Astra International Tbk (ASII) +9,6%


Industri Barang Konsumsi

    PT Gudang Garam Tbk (GGRM) +24,9%
    PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +27,2%
    PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) +20%

    PT Indofood CBP Tbk (ICBP) +15,5%

Industri Kimia Dasar

    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) +19,3%
    PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) +10,4%


Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

    PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) +53,8%
    PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) +31,5%
    PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) +30%
    PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ( PGAS) +11,6%


Keuangan

    PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) +39,5%
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) +36,9%
    PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) +31,6%
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) +20,1%

Pertambangan

    PT Vale Indonesia Tbk (INCO) +26,9%
    PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) +7,79%


Perdagangan dan Jasa

    PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) +53,6%
    PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) +30,6%

    PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) +10,6%

Pertanian

    PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) +14,3%
    PT Astra Agro Lestasi Tbk (AALI) +11,1%

Real Estate

    PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) +68,2%
    PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) +51,9%
    PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) +38,6%
    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) +34,2%
    PT Modernland Realty Tbk (MDLN) +30,8%


Selain informasi di atas, juga diperlukan pengetahuan tentang aspek manajemen suatu perusahaan. Lo Kheng Hong, salah satu investor ternama, menyarankan untuk mempelajari kredibilitas manajemen, apakah terpercaya ataukah memiliki catatan buruk terkait pengelolaan investasi. Setelah itu cermati prospek bidang usaha/industri yang dijalani perusahaan tersebut, apakah prospektif atau tidak.

Selamat berinvestasi!

Jumat, 05 September 2014

Tiga per Empat Orang Indonesia Menunda Masa Pensiun

Lebih dari tiga per empat dari masyarakat Indonesia berharap dapat terus bekerja setelah memasuki usia pensiun. Bahkan, hasil survey Manulife Investor Sentiment Index (MISI) menemukan bahwa mereka berharap untuk bisa bekerja hingga usia 67 tahun, yang artinya 12 tahun lebih lama dari usia pensiun normal yang berlaku saat ini.



Ada beberapa alasan yang menjadi faktor utama mereka ingin terus bekerja. Salah satunya adalah keyakinan bahwa bekerja dapat membantu menjaga pikiran dan tubuh tetap sehat. Bahkan, banyak perusahaan yang memberikan bekal pensiun seperti entrepreneurship skills terhadap para karyawan, sehingga mereka dapat terus mengaktualisasikan diri mereka saat memasuki usia pensiun. Namun, bagaimana jika bekerja saat pensiun dilakukan karena terpaksa, sekedar untuk memenuhi kebutuhan yang tidak mencukupi? Tentu, inilah yang menjadi masalah dan harus kita hindari di masa depan. Karena masa pensiun seharusnya menjadi momen terbaik dalam menikmati hidup.

Faktanya, dari sekitar 60 juta pekerja formal di Indonesia, 99% dari mereka tidak mempunyai jaminan pensiun. Padahal, karena harapan hidup yang lebih tinggi, rentang waktu pensiun akan semakin panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama terkait kesehatan Anda. Situasi ini semakin parah karena diperkirakan terjadi ledakan populasi masyarakat lanjut usia yang mencapai 40 juta orang pada tahun 2025 dan 71,6 juta orang pada tahun 2050. Jangan sampai, karena tidak menyiapkan masa pensiun, Anda menjadi beban untuk generasi mendatang.

Saat ini terdapat banyak solusi untuk menyiapkan masa pensiun Anda. Salah satunya adalah dengan mengikuti program pensiun DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang disiapkan oleh pemberi kerja/perusahaan untuk para karyawannya.

Sebagai karyawan, Anda dapat mengusulkan perusahaan tempat Anda bekerja untuk memiliki program DPLK. Sebaliknya, bagi perusahaan/pemberi kerja, program DPLK tentu dapat menjadi daya tarik yang tidak hanya dapat mempertahankan karyawan, tapi juga menarik minat karyawan potensial untuk bergabung. Plus, program DPLK juga sifatnya sangat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan, dan dengan pengelolaan yang sangat transparan.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti program DPLK untuk Kompensasi Pesangon (DPLK PPUKP) yang memiliki beberapa tujuan. Pertama, menyiapkan dana pensiun. Kedua, dapat digunakan untuk pembayaran pesangon/manfaat pensiun karyawan sesuai UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ketiga, memiliki fasilitas tax benefits dan memberi hasil investasi yang memadai.

Bekerja di masa pensiun adalah pilihan. Tapi pastikan kebutuhan masa pensiun Anda akan mencukupi. Sehingga jika Anda memilih untuk tetap bekerja saat pensiun, itu memang menjadi pilihan Anda sebagai bentuk aktualisasi diri, bukan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Siapkan masa pensiun Anda dari sekarang.

Senin, 04 Agustus 2014

Investasi Logam Mulia Mulai Suram

Prospek keuntungan dari investasi emas batangan kurang menggiurkan di tahun 2014. Dalam sebulan terakhir harga emas semakin turun. Koreksi harga emas di pasar spot dan menguatnya nilai tukar rupiah berpotensi menggerus harga logam mulia hingga akhir tahun ini.



Pada hari Jumat (24/7), harga emas batangan ukuran 1  gram di Divisi Logam Mulia, PT Aneka  Tambang Tbk diperdagangkan Rp 528.000 per  gram. Posisi ini semakin mendekati harga pada awal tahun ini, yakni Rp 524.000 per gram. Pada Maret lalu, logam mulia  sempat mencapai harga tertinggi di level Rp 556.000 per gram.

Analis PT Equilibrium Komoditi Berjangka, Ibrahim menduga, harga emas spot masih cenderung menurun hingga akhir tahun ini. Peluang The Federal Reserves mengerek suku bunga akan semakin  besar, apabila perekonomian Amerika Serikat terus membaik. Ada kemungkinan akhir tahun ini atau awal tahun depan, suku bunga AS naik. Ini berdampak negatif bagi harga emas.

Isu geopolitik  di Ukraina dan wilayah Timur Tengah juga mulai mereda. Padahal, faktor konflik inilah yang paling mampu mendongkrak harga emas. Rusia sempat dituding sebagai pihak yang  bertanggung jawab dalam penembakan peswat MH-17. Namun, belakangan AS menyatakan Rusia tidak terlibat. Hal ini memicu investor untuk meninggalkan safe haven.

Analis PT Monex Investindo Futures, Daru Wibisono menambahkan, pasar emas sedang lesu. Selain, terancam  oleh penguatan dollar AS, permintaan fisik dari China pun sedang goyah. Selama semester I-2014, impor emas China turun 19,4%. Emas batangan bisa jatuh ke Rp 480.000 per gram, saat emas spot bergulir di kisaran US$ 1.100-US$ 1.200 per ons troi. Namun, tak menutup peluang emas lantakan kembali menyentuh Rp 540.000  per gram. Ini bisa terjadi jika konflik  geopolitik memanas, sehingga memacu emas spot ke level US$ 1.400 per ons troi.

Ibrahim menyarankan investor bisa mengoleksi emas di akhir tahun, karena harganya bisa lebih murah. Sebaiknya jika ingin membeli logam mulia, tunggu di level Rp 500.000, sebab harga emas masih cenderung akan turun.

Kalau saat ini investor sudah memiliki emas batangan sebaiknya ditahan. Sebab, investasi emas sebenarnya untuk jangka panjang. Jika ingin dijual, bisa dilakukan awal tahun depan, sebab secara historis harga emas naik di awal tahun.

Minggu, 25 Mei 2014

Dana Kelola Reksadana Syariah Terus Menyusut

Dana kelolaan reksadana syariah mengalami penyusutan dari Rp 9,43 triliun di akhir 2013 menjadi Rp 8,96 triliun di akhir April 2014. Produk reksadana syariah juga berkurang dari 65 reksadana menjadi 62 reksadana pada periode yang sama.


Menurunnya dana kelolaan reksadana syariah selama 2014 dipicu terutama karena pembubaran sejumlah produk reksadana syariah terproteksi. Analis Infovesta Utama Viliawati menyebutkan pembubaran reksadana terproteksi berkontribusi sekitar Rp 400 miliar terhadap penurunan dana kelolaan reksadana syariah.

Villia mengatakan penurunan dana kelolaan juga disebabkan adanya penarikan dana atau redemption yang cukup signifikan pada reksadana indeks dan reksadana saham syariah. Dia memperkirakan redemption disebabkan investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking pada kedua reksadana tersebut.

Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu kurang berkembangnya industri reksadana syariah. Diantaranya, ujar Villia, masih minimnya jumlah produk reksadana syariah dibandingkan reksadana konvensional. Selain itu juga secara umum kinerja reksadana non syariah lebih menarik dibandingkan reksadana syariah.

OJK mencatat, total produk reksadana syariah hanya mencapai 62 produk pada April 2014 atau hanya sekitar 7,7% dari total produk reksadana yang mencapai 805 produk.

Senin, 07 April 2014

Prediksi Bursa Saham di Tahun Pemilu

Di tahun 2014 ini sedang ramai dengan hiruk-pikuk pesta demokrasi atau Pemilu. Sedikit-banyak hal ini tentu juga berpengaruh terhadap pasar modal dan kondisi ekonomi Indonesia. Bagaimana arah pergerakannya setelah Pemilu nanti? Berikut beberapa prediksi ekonomi dan bursa saham.


Mandiri Sekuritas
Target IHSG 5550 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 10.500 per dolar AS
  • Presiden terpilih paling pro pasar
  • pertumbuhan GDP 6%
  • BI Rate 7% pada akhir tahun
 Target IHSG 4.550 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 11.400 per dolar AS
  • Presiden terpilih paling pro pasar
  • pertumbuhan GDP 5,3%
  • BI Rate 7,75% pada akhir tahun
Target IHSG 4.000 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 13.500 per dolar AS
  • presiden terpilih tidak pro pasar
  • pertumbuhan GDP 5,3%
  • BI Rate 8,5% pada akhir tahun
Rekomendasi saham: Matahari Dept. Store, Semen Indonesia, Astra Agro Lestari, Charoen Pokphand, Kalbe Farma, Indofood Consumer B.P., Ramayana Lestari, BW Plantation, dan London Sumatra.

Syailendra Capital
  • IHSG diperkirakan reli selama 2-2,5 tahun
  • Dengan asumsi inflow dana asing 2% pada 2014, inflow dana asing dapat mencapai Rp 84 triliun hingga akhir tahun
  • PE 17 kali atau IHSG bisa menyentuh 6.000
  • Investor asing masih underweight terhadap bursa saham Indonesia. Hedge fund masih di posisi short di beberapa saham unggulan
  • Apresiasi rupiah terhadap dolar AS
  • Potensi penurunan suku bunga pada semester 2 2014 akan menjadi katalis earnings upgrade
  • Fed tapering masih berlangsung hingga akhir tahun
  • Ekonomi China masih konsolidasi dan cenderung melemah
  • Contangion effect dari negara berkembang lainnya
  • Sektor saham pilihan: konsumer, perbankan, konstruksi, semen, dan perkebunan
  • Estimasi berdasarkan asumsi kondisi bursa saham selama dua kali pemilu sebelumnya
Eastpring Investment Indonesia
  • Secara valuasi, bursa saham Indonesia sudah mendekati rata-rata 10 tahun, baik secara rasio P/BV dan rasio PER MSCI Indonesia
  • Isu pengurangan QE dan pemilu akan berdampak pada kepercayaan investor
  • Selama perusahaan tetap tumbuh, IHSG akan ikut menyesuaikan
  • Dalam jangka panjang IHSG akan cenderung mengikuti pertumbuhan PDB nominal dan laba perusahaan secara keseluruhan

Senin, 24 Februari 2014

BI Rate Naik, Danareksa Terbitkan Reksadana Pasar Uang

Penetapan suku bunga acuan bank atau BI rate sebesar 7,5% menjadi peluang bagi Manager Investasi (MI) untuk menarik nasabah baru. Danareksa yang melihat peluang ini menerbitkan produk baru untuk reksadana pasar uang.


Danareksa Gebyar Dana Likuid II merupakan lanjutan dari produk Danareksa sebelumnya yaitu Danareksa Gebyar Dana Likuid. Direktur Danareksa, Prihatmo Hari Mulyanto menyatakan, peluncuran produk baru ini atas pertimbangan masih banyak investor potensial yang belum terserap pada reksadana pasar uang. Mayoritas karakteristik investor di Indonesia adalah investasi dengan risiko rendah, seperti menempatkan dana di deposito.

Sebelumnya, Danareksa memiliki dua produk reksadana pasar uang. Yakni Danareksa Gebyar Dana Likuid dan Danareksa Seruni Pasar Uang II. Danareksa Gebyar Dana Likuid dengan Danareksa Gebyar Dana Likuid II tidak memiliki perbedaan signifikan. Untuk produk baru ini, tidak disebutkan target return reksadana. Sebagai pembanding, data dari Infovesta menyebut return Danareksa Gebyar Dana Likuid sebesar 4,3% year on year per 16 Januari 2014.

Untuk target dana kelolaan Danareksa Gebyar Dana Likuid II dipatok Rp 1 triliun hingga akhir 2014. Danareksa mulai menawarkan Danareksa Gebyar Dana Likuid II pada awal Februari 2014.

Danareksa yakin, imbal hasil reksadana tersebut masih menjanjikan, meskipun BI rate turun. Sebab, apabila bunga deposito tak menarik, penempatan dana kelolaan bisa dialihkan pada obligasi dengan tenor pendek yang kurang dari setahun. Hari memprediksi, penurunan BI rate akan terjadi pada semester II-2014.

Kamis, 16 Januari 2014

Platinum Makin Lebih Mahal dari Emas

Harga platinum atau platina semakin lebih mahal daripada harga emas. Harga platinum naik ke level tertinggi dalam tiga bulan. Harga platinum naik setelah produsen terbesar di dunia, Anglo American Platinum Ltd akan mengurangi produksi di Afrika Selatan. Penurunan produksi itu mencapai 400.000 ons per tahun atau setara 7% dari produksi global. Selain untuk perhiasan, platina juga biasa digunakan dalam alat pengendali polusi dalam kendaraan.



Pada bulan lalu, Barclays Plc memperkirakan bahwa pasokan platinum akan merosot 38.000 ons tahun ini.

"Akan ada kepanikan untuk pembelian platinum karena berita ini, yang berarti pasar akan terdorong ke defisit platinum," kata Adam Klopfenstein, senior market strategist di Archer Financial Services Inc. di Chicago. Adam mengatakan pihaknya juga memperkirakan kenaikan pada logam berharga lainnya.

Harga kontrak platinum untuk pengiriman April menanjak 1,9% ke US$ 1.689,90 per ons pukul 1.15 siang waktu New York, setelah menyentuh US$ 1.706,80 yang menjadi level tertingginya sejak 9 Oktober 2012. Bulan ini, harga platina sudah menanjak 9,6%, nyaris menyamai kenaikan satu tahun lalu yang sebesar 9,8%.

Memakai harga tersebut, satu ons emas dapat ditukar dengan 0,99 ons platinum. Di Agustus lalu, satu ons emas dapat ditukar dengan 1,16 ons platinum.

Rabu, 08 Januari 2014

PPh Bunga Reksadana Obligasi Tetap 5%

Akhir tahun lalu para investor dan manager investasi reksadana harap-harap cemas dengan rencana kenaikan PPh reksadana sebesar 15%. Dengan ditandatanganinya revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16/2009, maka investor reksadana dapat bernafas lega karena pajak yang dikenakan terhadap reksadana dengan aset dasar obligasi tetap 5%.



Sejak pemerintah menerbitkan PP nomor 16/2009 tentang PPh atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, pelaku investasi reksadana menjadi khawatir. Detail peraturan menyebutkan investor akan dikenakan PPh 5% pada 2011-2013 dan kemudian akan ditingkatkan menjadi 15% pada tahun 2014.

Namun angka 15% dinilai para pelaku investasi terlalu tinggi dan dapat mengganggu iklim investasi reksadana. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan industri reksadana. Oleh karena itu, para pelaku pasar terus mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membujuk pemerintah agar menunda aturan tersebut.

"Kami melihat industri reksadana masih perlu diberikan insentif untuk berkembang lebih baik. Jadi, kalau dikenakan pajak bunga obligasi 15%, dikhawatirkan produk ini tidak menarik lagi karena biayanya terlalu tinggi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida.

Direktur Utama Agus B. Yanuar dari PT Samuel Aset Manajemen menyatakan membeli reksadana berbasis obligasi memerlukan modal yang lebih kecil bila dibandingkan dengan membelinya langsung di pasar. Bagi investor ritel, reksadana obligasi merupakan pilihan yang paling ideal untuk berinvestasi di pasar surat utang dengan modal minim.

"Produk obligasi ritel pemerintah saja masih memerlukan minimum investasi yang cukup besar. Tidak semua investor ritel mampu beli. Oleh karena itu, prospek reksadana obligasi ke depan masih sangat menjanjikan," ujarnya.

Minggu, 05 Januari 2014

Mulai Besok Satuan Lot Saham Berubah

Mulai besok Senin (6/1/2014), Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru untuk fraksi dan lot saham. Sebelumnya BEI sudah melakukan uji coba pada bulan November dan Desember. Uji coba dilakukan kepada seluruh Anggota Bursa (AB) yang jumlahnya saat ini sekitar 113 perusahaan.



Aturan baru ini sesuai dengan perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas (Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00071/BEI/11-2013 perihal Perubahan Satuan Perdagangan dan Fraksi Harga tanggal 8 November 2013), yang isinya antara lain mengubah jumlah satuan lot dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar saham. BEI juga mengubah fraksi harga saham (tick price).

Sebenarnya kebijakan ini akan diterapkan pada awal Desember 2013. Namun, karena masih ada beberapa sekuritas yang belum siap, akhirnya BEI menunda hingga 6 Januari 2014 mendatang.

Beberapa alasan penerapan aturan baru ini antara lain:
1. meningkatkan likuiditas.
2. menarik minat masyarat karena modal investasi menjadi lebih terjangkau.
3. memudahkan konversi harga per unit ke per lot.
4. saham kurang dari 500 lembar (odd lot) bisa bisa ditransaksikan.

Berikut aturan kelompok harga dan fraksi saham yang baru:


Kelompok Harga Fraksi Harga Pergerakan Harga Maks.
< Rp 500 Rp 1 Rp 20
Rp 500 - < Rp 5.000 Rp 5 Rp 100
Rp 5.000 ke atas Rp 25 Rp 500

Sedangkan aturan sebelumnya:

Kelompok Harga Fraksi Harga Pergerakan Harga Maks.
< Rp 200 Rp 1 Rp 10
Rp 200 - < Rp 500 Rp 5 Rp 50
Rp 500 - < 2 Rp 2.000 Rp 10 Rp 100
Rp 2.000 - < Rp 5.000 Rp 25 Rp 250
> Rp 5.000 Rp 50 Rp 500

Rabu, 13 November 2013

BI Rate Naik Menjadi 7,5 Persen

Hari ini (12/11) BI rate kembali naik sebesar 25 basis poin menjadi dari 7,25 persen menjadi 7,5 persen. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah menuturkan Rapat Dewan Gubernur bulanan telah memutuskan menaikkan BI rate menjadi 7.5 persen.



Sesuai dengan kenaikan BI Rate tersebut, BI juga menaikkan lending facility dari 7,25 persen menjadi 7,5 persen. Selain itu discount facility juga naik sebesar 25 basis poin dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen. Pertimbangan yang mendasari BI menaikkan BI rate adalah demi mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan.

Dengan kenaikan BI rate ini,  selama kepemimpinan Agus Martowardojo di bank sentral, bunga acuan sudah naik 5 kali, mulai 13 juni 2013 menjadi 6 persen dari 5,75 persen yang bertahan selama 14 bulan pada kepemiminan Darmin Nasution. Kemudian pada 11 Juli naik menjadi 6,5 persen, 29 Agustus menjadi 7 persen, 12 September naik ke 7,25 persen, dan terakhir hari ini kembali naik menjadi 7,5 persen.

Jumat, 08 November 2013

Perusahaan Bakrie Telecom Turun Peringkat


Peringkat atau rating perusahaan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) turun dari CCC menjadi CC. Rating BTEL di wilayah Asia Tenggara juga turun dari AXCCC menjadi AXCC. Peringkat ini dikeluarkan oleh lembaga internasional Standard & Poor's (S&P). Surat utang Bakrie Telecom Pte Ltd pun mengalami pemotongan peringkat, dari CCC menjadi CC. Hal ini berdampak prospek negatif bagi emiten ini.


Alasan S&P adalah BTEL berpotensi tidak mampu membayar bunga utang yang akan jatuh tempo pada 7 November 2013. S&P akan menurunkan kembali rating menjadi D pada 8 November nanti, setelah BTEL gagal membayar bunga utang.

Berdasarkan laporan keuangan  kuartal III-2013, BTEL memiliki surat utang jenis guarantee senior notes senilai US$ 250 juta. Bunga surat utang ini sebesar 11,5% per tahun dan dibayar setiap 7 Mei dan 7 November tiap tahun, mulai Mei 2010 hingga Mei 2015.

"Kami tidak yakin pembayaran dapat dilunasi pada periode yang ditentukan. Sebab, unsecured notes BTEL mencapai sekitar 90% dari utang perusahaan, termasuk sewa pembiayaan," terang Mehul Sukkawala, analis kredit S&P, Rabu kemarin (6/11).

Analis MNC Securities, Reza Nugraha berpendapat, BTEL memang merugi sangat besar, sehingga akan sulit membayar utang. Utang BTEL pun terlampau besar, sehingga sulit menyelesaikannya.

Per September 2013, kerugian bersih BTEL naik menjadi Rp 1,52 triliun, daripada periode yang sama tahun 2012 di posisi Rp 988,25 miliar. Sementara dana kas dan setara kas milik BTEL hanya sebanyak Rp 115,21 miliar. "Sumber utama kerugian adalah kerugian selisih kurs karena depresiasi rupiah," tutur Reza.

Kata Reza, beberapa cara yang bisa diambil adalah dengan mencari utang baru atau menjual aset perusahaan. Namun, lagi-lagi rasio utang berbanding ekuitas atau debt to equity ratio (DER) BTEL sudah sebanyak 10 kali. Kondisi ini menyulitkan BTEL mencari pinjaman baru. "Maka satu-satunya cara adalah dengan menjual aset," imbuh Reza. Persoalannya, ekuitas BTEL kini hanya bernilai Rp 117,40 miliar.

Sabtu, 02 November 2013

Bunga Deposito Bank BCA Naik 7%

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menaikkan bunga deposito menjadi 7%, yang sebelumnya sebesar 6,25%. Kenaikan ini akan berlaku mulai 1 November 2013. Kenaikan ini dilakukan untuk meningkatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK).


Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, alasan BCA menaikkan suku bunga deposito bukan karena kesulitan likuiditas, tetapi karena posisi loan to deposit ratio (LDR) sebesar 73,9% per September 2013. Di sisi lain, secondary reserves turun 5,2% menjadi Rp 62,02 triliun.

Bank BCA mencatat DPK tumbuh 11,9% dalam setahunan dari Rp.357,81 triliun pada September 2012, menjadi Rp.400,35 triliun pada September 2013. Dana dari tabungan mengalami kenaikan 10,06% dari Rp.198,37 triliun menjadi Rp.218,34 triliun. Giro meningkat 20,59% dari Rp.86,08 triliun menjadi Rp.103,81 triliun. Sedangkan deposito hanya tumbuh 6,59% dari Rp.73,36 triliun menjadi Rp.78,2 triliun.

“Tapi kita punya pengalaman itu mudah tingkatkan DPK dengan naikkan suku bunga deposito. Tapi dengan bunga tinggi, dana yang kita peroleh bisa bikin negatif. Oleh karena itu kita tak dorong deposito,” tandas Jahja.

Selasa, 26 Maret 2013

Waspadai Investasi Bodong dan Laporkan


Masyarakat cenderung mudah tergiur keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Calon nasabah di perusahaan abal-abal, berkedok Koperasi atau multi level marketing (MLM), bertambah yakin menempatkan dananya, setelah kerabat dan sahabat membuktikan sendiri.


Masyarakat patut curiga dengan penawaran-penawaran semacam ini. Janji keuntungan 10-25% per bulan sulit ditemui pada produk investasi lain seperti perbankan atau reksa dana, yang sudah lebih dulu eksis. Jika perusahaan ponzi atau gali lubang tutup lubang ini hadir di wilayah Anda, jangan ragu untuk melaporkan. Saat ini sudah ada Satuan Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi. Ada banyak saluran pelaporan kecurigaan investasi bodong ini. Paling mudah dengan cukup sms (pesan singkat).

Ketua Satgas Waspada Investasi, Sarjito mendorong untuk masyarakat pro aktif melaporkan kecurigaan akan skema invetasi bodong ini. Dengan laporan masyarakat, jika terbukti benar, maka akan menghentikan penipuan dan korban lebih besar dapat dicegah.

Masyarakat dapat menghubungi saluran aduan diantaranya:
1. facebook.com/waspadainvestasi
2. waspadainvestasi@bapepam.go.id
3. waspadainvestasi@yahoo.com
4. sms: 0818 98 000 9
5. telepon 021-3857821

Satgas juga meminta berita dan berapa member-nya, supaya bisa dicegah lebih awal, termasuk kepada golongan menengah atas. Meski tidak seberapa bagi mereka, laporkan ke Satgas.

Seperti diketahui, pihak berwajib kini tengah menelusuri kasus penarikan dana nasabah KLB. Oknum KLB diduga menggelapkan dana 140 ribu investor dan siap dijerat dengan UU Money Laundering.

Sementara itu ratusan nasabah PT Gradasi Anak Negeri mengaku was-was atas investasinya yang tidak kembali. Mereka bahkan telah mendatangi Polda Metro Jaya pekan lalu. Nasabah Gradasi Anak Negeri menagih janji manajemen atas pembayaran bonus yang belum terbayar sejak Maret 2012.


Sabtu, 02 Maret 2013

Waspada Tawaran Investasi Emas Imbal Hasil Besar

Saat ini sedang hangat-hangatnya kasus penipuan investasi emas oleh Raihan Jewellery. Nasabah  mulai melaporkan hal ini ketika pada Januari 2013 Raihan Jewellery berhenti membayar imbal hasil. Kasus tersebut sudah ditangani oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Kepala Bappebti Syahrul R. Sempurnajaya menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan poin-poin penting sebelum berinvestasi.


Ada 3 poin penting yang wajib Anda lakukan ketika menemukan dan mendapatkan penawaran investasi, terutama investasi dengan imbal hasil yang cukup besar.

1. Cek legalitas pengelola investasi
Anda wajib mengecek keberadaan perusahaan di situs badan pengawas seperti bapepam.go.id, bi.go.id, dan bappebti.go.id. Menurut aturan pemerintah, perusahaan yang berhak mengelola uang publik hanyalah perusahaan yang telah memiliki izin dari badan pengawas.

2. Cek cara kerja investasi
Anda harus teliti dalam memahami cara kerja investasi. Misal, investor tak perlu mentransfer dana investasi ke rekening individu atau perusahaan, melainkan ke rekening terpisah yang sudah terdaftar di data badan kliring untuk menghindari penyalahgunaan dana investor.

3. Waspada terhadap janji keuntungan besar
Investor jangan mudah terlena dengan janji-janji muluk ketika mendapat penawaran. Investor harus memahami bidang investasi dan bisnis apa yang dilakukan perusahaan, apakah sesuai dengan logika memang bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Anda sebagai calon investor seharusnya bersikap skeptis terhadap penawaran investasi yang tidak wajar, seperti Raihan Jewellery yang menawarkan imbal hasil tetap hingga 5 persen per bulan.