BEI Terapkan Aturan Baru Fraksi Harga Saham

Per tanggal 2 Mei 2016 BEI terapkan lima fraksi harga saham.

Mengenal Berbagai Tipe Investor

Anda termasuk tipe investor yang mana?

Tips Sebelum Pindah Bank KPR

Perhitungkan secara teliti apabila Anda akan memindahkan KPR ke bank lain.

Mesiasati Harga Jual-Beli Ketika Menjual Emas

Bagaimana menyiasati selisih/spread harga jual-beli emas ini agar kenaikan sesungguhnya yang akan kita peroleh tidak berkurang banyak?

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Berikut ini informasi dan tips bagi Anda yang mempunyai atau ingin memiliki kartu kredit.

Senin, 29 Desember 2014

Review Pencapaian Intrumen Investasi Tahun 2014

Tahun 2014 sudah hampir berakhir, dan tahun 2015 sudah di depan mata. Bagaimana kondisi portofolio investasi Anda sampai akhir tahun ini? Apakah menghasilkan keuntungan?



Berikut ini data prosentase pergerakan beberapa instrumen investasi sepanjang tahun 2014. Khusus reksadana yang disajikan adalah tiga terbaik di setiap jenisnya. Diharapkan dengan data ini Anda bisa menata kembali komposisi investasi Anda dan menentukan strategi investasi di tahun 2015.

Logam Mulia Antam 10gr  -0.19%


Valuta Asing USD-IDR 1.98%

Indeks Harga Saham Gabungan 22.17%

Resadana Pasar Uang
Bahana Dana Likuid 9.12%
Manulife Flexinvest Plus 8.42%
RHB OSK Money Market Fund 8.32%

Reksadana Pendapatan Tetap
Eastspring Investments Yield Discovery 14.97%
Mega Dana Pendapatan Tetap 13.96%
Mega Asset Mantap Plus 12.67%


Reksadana Campuran
Pratama Berimbang 45.91%
Kresna Flexima 41.65%
Nikko BUMN Plus 31.49%


Reksadana Saham
Dana Pratama Ekuitas 48.04%
Simas Saham Unggulan 43.37%
Pratama Saham 42.27%

Sumber: odnv.co.id, infovesta.com, bloomberg.com

Jumat, 14 November 2014

Menata investasi Pasca BI Rate Naik

Bank Indonesia (BI) kembali mengerek naik suku bunga acuan alias BI rate dari 7,5% menjadi 7,75% di pekan lalu. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. Ini tentu mempengaruhi pergerakan pasar finansial termasuk di bursa saham. Bagaimana investor Menata keranjang portfolio untuk tetap memaksimalkan keuntungan di tengah tekanan kenaikan BI rate seperti sekarang?



Direktur Emco Asset Management, Hans Kwee mengatakan obligasi dan properti menjadi instrumen yang harus dihindari di tengah kondisi saat ini. Kenaikan BI rate mendorong kenaikan suku bunga kredit termasuk kredit pemilikan rumah (KPR). Sementara harga obligasi cenderung turun.

Menurut Hans, investor bisa memperbesar porsi uang cash untuk deposito dengan alokasi sekitar 70% dari total portfolio. Sedangkan sisanya sekitar 30% bisa dialokasikan ke saham. Investor bisa masuk dan membeli saham apabila indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali turun ke level 4.000-4.300.

Analis Infovesta Utama, Viliawati juga merekomendasikan untuk mengurangi bobot alokasi di obligasi. Menurut dia, dari total portfolio, investor bisa mengalokasikannya sekitar 50% pada saham, 30% pada instrumen pasar uang dan sisanya di obligasi. "Pada kondisi seperti ini sementara investor dapat mempertimbangkan memperbesar alokasi pada pasar uang dan mengurangi porsi pada obligasi pemerintah," ujar Vilia.

Sejumlah sektor di saham yang bisa menjadi pertimbangan menurut Vilia antara lain sektor infrastruktur, konsumsi, perdagangan ritel, serta industri dasar dan kimia. Adapun sektor saham yang sementara bisa dihindari seperti sektor otomotif, perbankan dan properti.

Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia, Michael T Tjoajadi mengatakan, untuk mengurangi risiko, investor bisa mengalokasikan 30% aset pada kas. Sebagai diversifikasi portofolio, investor bisa memarkirkan 30% asetnya pada reksadana campuran. Porsi 20% bisa dibenamkan pada obligasi dan sisanya di pasar saham. "Jika inflasi mulai stabil dan pertumbuhan ekonomi bisa dipacu lagi maka investor dapat melakukan rebalancing portofolio secara lebih agresif," ujar Michael.

Wendy Isnandar, Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi menuturkan, bagi sebagian investor saham, momentum kenaikan BI rate akan menggerakkan mereka untuk sebagian pindah ke obligasi. Secara umum, investor akan memperpendek durasi portfolio investasinya. "Pilihan yang tergolong aman salah satunya adalah masuk ke instrumen pasar uang," ujar Wendy.

Adapun rekomendasi Risza Bambang, perencana keuangan Shildt Consulting, pada kondisi seperti ini, investor bisa memarkirkan 40% dana pada instrumen minim risiko seperti pasar uang, deposito, reksadana dan obligasi dan sebagian lagi di saham.

Jumat, 05 September 2014

Tiga per Empat Orang Indonesia Menunda Masa Pensiun

Lebih dari tiga per empat dari masyarakat Indonesia berharap dapat terus bekerja setelah memasuki usia pensiun. Bahkan, hasil survey Manulife Investor Sentiment Index (MISI) menemukan bahwa mereka berharap untuk bisa bekerja hingga usia 67 tahun, yang artinya 12 tahun lebih lama dari usia pensiun normal yang berlaku saat ini.



Ada beberapa alasan yang menjadi faktor utama mereka ingin terus bekerja. Salah satunya adalah keyakinan bahwa bekerja dapat membantu menjaga pikiran dan tubuh tetap sehat. Bahkan, banyak perusahaan yang memberikan bekal pensiun seperti entrepreneurship skills terhadap para karyawan, sehingga mereka dapat terus mengaktualisasikan diri mereka saat memasuki usia pensiun. Namun, bagaimana jika bekerja saat pensiun dilakukan karena terpaksa, sekedar untuk memenuhi kebutuhan yang tidak mencukupi? Tentu, inilah yang menjadi masalah dan harus kita hindari di masa depan. Karena masa pensiun seharusnya menjadi momen terbaik dalam menikmati hidup.

Faktanya, dari sekitar 60 juta pekerja formal di Indonesia, 99% dari mereka tidak mempunyai jaminan pensiun. Padahal, karena harapan hidup yang lebih tinggi, rentang waktu pensiun akan semakin panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama terkait kesehatan Anda. Situasi ini semakin parah karena diperkirakan terjadi ledakan populasi masyarakat lanjut usia yang mencapai 40 juta orang pada tahun 2025 dan 71,6 juta orang pada tahun 2050. Jangan sampai, karena tidak menyiapkan masa pensiun, Anda menjadi beban untuk generasi mendatang.

Saat ini terdapat banyak solusi untuk menyiapkan masa pensiun Anda. Salah satunya adalah dengan mengikuti program pensiun DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang disiapkan oleh pemberi kerja/perusahaan untuk para karyawannya.

Sebagai karyawan, Anda dapat mengusulkan perusahaan tempat Anda bekerja untuk memiliki program DPLK. Sebaliknya, bagi perusahaan/pemberi kerja, program DPLK tentu dapat menjadi daya tarik yang tidak hanya dapat mempertahankan karyawan, tapi juga menarik minat karyawan potensial untuk bergabung. Plus, program DPLK juga sifatnya sangat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan, dan dengan pengelolaan yang sangat transparan.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti program DPLK untuk Kompensasi Pesangon (DPLK PPUKP) yang memiliki beberapa tujuan. Pertama, menyiapkan dana pensiun. Kedua, dapat digunakan untuk pembayaran pesangon/manfaat pensiun karyawan sesuai UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ketiga, memiliki fasilitas tax benefits dan memberi hasil investasi yang memadai.

Bekerja di masa pensiun adalah pilihan. Tapi pastikan kebutuhan masa pensiun Anda akan mencukupi. Sehingga jika Anda memilih untuk tetap bekerja saat pensiun, itu memang menjadi pilihan Anda sebagai bentuk aktualisasi diri, bukan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Siapkan masa pensiun Anda dari sekarang.

Jumat, 22 Agustus 2014

Kartu Kredit di Indonesia Wajib Pakai PIN Mulai 1 Januari 2015

Bersiaplah bagi Anda yang memiliki kartu kredit, karena metode transaksi kartu kredit akan berubah. Tak lama lagi nasabah tidak bisa bertransaksi memakai kartu kredit hanya dengan membubuhkan tanda tangan, tapi juga harus memakai PIN.



Bank Indonesia (BI) akan mewajibkan penggunaan Personal Indentification Number (PIN) pada setiap kartu kredit dan debit yang merupakan alat transaksi. Untuk selanjutnya kartu ini secara keseluruhan harus menggunakan pin dengan 6 digit.

Awal tahun ini Direktur Eksekutif Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran BI Rosmaya Hadi pernah mengatakan per 1 Januari 2015, semua kartu kredit itu harus menggunakan pin 6 digit. Hal ini juga melengkapi chip yang sudah diterapkan beberapa waktu lalu.

"Untuk kredit kita sudah terapkan chip 100%. Untuk pin 6 digit itu berakhir pada akhir 2014. Atau 1 Januari 2015 itu semua kartu kredit harus memiliki pin 6 digit," kata Maya.

Penggunaan chip hingga saat ini masih pada kartu kredit. Menurut Maya, kartu debit juga harus diberlakukan hal yang sama. Dengan tujuan keamanan dari penggunaan kartu sebagai alat transaksi. Sementara untuk kartu debit akan diberlakukan pada 1 Januari 2016.

"Kartu debit ATM itu akhir Desember 2015 atau per 1 Januari 2016. Itu harus pin 6 digit itu sesuai dengan ketentuan. Sekarang itu kan baru kartu kredit yang pakai chip, nantinya semuanya debit juga pakai chip," terang Maya.

Beberapa negara sudah menerapkan penggunaan PIN dalam transaksi kartu kredit. Yang terbaru adalah negara Australia, per 1 Agustus kemarin. Alasan pemakaian PIN dalam kartu kredit diharapkan bisa memberikan keamanan bagi akun nasabah, lebih aman dalam bertransaksi, dan mengurangi tingkat penyalahgunaan kartu dibandingkan dengan hanya memakai tanda tangan.

Senin, 04 Agustus 2014

Investasi Logam Mulia Mulai Suram

Prospek keuntungan dari investasi emas batangan kurang menggiurkan di tahun 2014. Dalam sebulan terakhir harga emas semakin turun. Koreksi harga emas di pasar spot dan menguatnya nilai tukar rupiah berpotensi menggerus harga logam mulia hingga akhir tahun ini.



Pada hari Jumat (24/7), harga emas batangan ukuran 1  gram di Divisi Logam Mulia, PT Aneka  Tambang Tbk diperdagangkan Rp 528.000 per  gram. Posisi ini semakin mendekati harga pada awal tahun ini, yakni Rp 524.000 per gram. Pada Maret lalu, logam mulia  sempat mencapai harga tertinggi di level Rp 556.000 per gram.

Analis PT Equilibrium Komoditi Berjangka, Ibrahim menduga, harga emas spot masih cenderung menurun hingga akhir tahun ini. Peluang The Federal Reserves mengerek suku bunga akan semakin  besar, apabila perekonomian Amerika Serikat terus membaik. Ada kemungkinan akhir tahun ini atau awal tahun depan, suku bunga AS naik. Ini berdampak negatif bagi harga emas.

Isu geopolitik  di Ukraina dan wilayah Timur Tengah juga mulai mereda. Padahal, faktor konflik inilah yang paling mampu mendongkrak harga emas. Rusia sempat dituding sebagai pihak yang  bertanggung jawab dalam penembakan peswat MH-17. Namun, belakangan AS menyatakan Rusia tidak terlibat. Hal ini memicu investor untuk meninggalkan safe haven.

Analis PT Monex Investindo Futures, Daru Wibisono menambahkan, pasar emas sedang lesu. Selain, terancam  oleh penguatan dollar AS, permintaan fisik dari China pun sedang goyah. Selama semester I-2014, impor emas China turun 19,4%. Emas batangan bisa jatuh ke Rp 480.000 per gram, saat emas spot bergulir di kisaran US$ 1.100-US$ 1.200 per ons troi. Namun, tak menutup peluang emas lantakan kembali menyentuh Rp 540.000  per gram. Ini bisa terjadi jika konflik  geopolitik memanas, sehingga memacu emas spot ke level US$ 1.400 per ons troi.

Ibrahim menyarankan investor bisa mengoleksi emas di akhir tahun, karena harganya bisa lebih murah. Sebaiknya jika ingin membeli logam mulia, tunggu di level Rp 500.000, sebab harga emas masih cenderung akan turun.

Kalau saat ini investor sudah memiliki emas batangan sebaiknya ditahan. Sebab, investasi emas sebenarnya untuk jangka panjang. Jika ingin dijual, bisa dilakukan awal tahun depan, sebab secara historis harga emas naik di awal tahun.

Senin, 07 Juli 2014

Mengenal Istilah Investasi Reksa Dana

Dalam dunia investasi, khususnya investasi reksadana ada banyak istilah-istilah yang mungkin masih asing di telinga orang awam. Sebelum Anda berinvestasi di reksa dana, sebaiknya Anda mengetahui beberapa istilah-istilah berikut ini.





1. Reksa Dana
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal dari investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar keuangan dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.


2. MI (Manajer Investasi)
Adalah pihak managemen profesional yang mengelola portofolio untuk para nasabah atau portofolio Kontrak Investasi Kolektif untuk sekelompok nasabah, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. KIK (Kontrak Investasi Kolektif)
Adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian tentang pengelolaan portofolio investasi secara kolektif.

4. Bank Kustodian
Merupakan bank yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang masih berkaitan dengan Efek. Bank Kustodian juga berfungsi sebagai pihak yang menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili investor sebagai pemegang rekening yang menjadi nasabahnya, serta melaporkan seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada investor.

5. Biaya Jual dan Beli
Biaya yang timbul dari proses jual-beli reksa dana, dan jumlahnya bervariasi tergantung dari kebijakan masing-masing MI.

6. Management Fee
Biaya yang diberikan ke sejumlah pihak yang terkait dengan pengelolaan reksadana, seperti biaya jasa MI, notaris, akuntan publik, Bank Kustodian, dan sebagainya.

7. UP (Unit Penyertaan)
Unit Penyertaan merupakan satuan dari investasi reksa dana dan setiap unit mempunyai harga tertentu yang disebut NAB/UP. Jika investor berinvestasi di reksa dana dengan kata lain investor membeli UP.


8. NAB (Nilai Aktiva Bersih)
Adalah angka yang menyatakan besar nilai aset/dana yang dikelola dari sebuah produk reksa dana.

9. Subscription & Redemption
Sesuai dengan namanya, subscription adalah pembelian reksa dana (lebih tepatnya pembelian UP), sedangkan redemption adalah penjualan atau pencairan UP.

10. Pengalihan
Merupakan tindakan pemegang UP  untuk mengalihkan sebagian atau seluruh UP yang dimilikinya ke produk reksa dana lainnya yang dikelola oleh MI.

11. Prospektus
Prospektus berisi informasi profil perusahaan dan laporan tahunan dijadikan dokumen resmi oleh MI untuk memberikan gambaran mengenai investasi yang ditawarkan kepada investor.


12. IPO (Initial Public Offering)
Initial Public Offering merupakan penawaran yang dilakukan pertama kali oleh sebuah perusahaan yang membuka sahamnya kepada khalayak umum. Ini juga biasanya dikenal dengan istilah go public.

13. Emiten
Emiten adalah perusahaan yang bertugas menerbitkan saham atau obligasi.

14. Right Issue
Adalah proses bagi sebuah perusahaan yang sudah go public untuk mengeluarkan saham baru.

15. Efek
Adalah sebutan lain untuk surat berharga seperti surat hutang, saham, obligasi, tanda bukti hutang, reksa dana dan semua turunannya.

16. Capital Gain
Adalah keuntungan yang terjadi akibat adanya selisih positif dari harga pembelian dengan harga jual.


Minggu, 25 Mei 2014

Dana Kelola Reksadana Syariah Terus Menyusut

Dana kelolaan reksadana syariah mengalami penyusutan dari Rp 9,43 triliun di akhir 2013 menjadi Rp 8,96 triliun di akhir April 2014. Produk reksadana syariah juga berkurang dari 65 reksadana menjadi 62 reksadana pada periode yang sama.


Menurunnya dana kelolaan reksadana syariah selama 2014 dipicu terutama karena pembubaran sejumlah produk reksadana syariah terproteksi. Analis Infovesta Utama Viliawati menyebutkan pembubaran reksadana terproteksi berkontribusi sekitar Rp 400 miliar terhadap penurunan dana kelolaan reksadana syariah.

Villia mengatakan penurunan dana kelolaan juga disebabkan adanya penarikan dana atau redemption yang cukup signifikan pada reksadana indeks dan reksadana saham syariah. Dia memperkirakan redemption disebabkan investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking pada kedua reksadana tersebut.

Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu kurang berkembangnya industri reksadana syariah. Diantaranya, ujar Villia, masih minimnya jumlah produk reksadana syariah dibandingkan reksadana konvensional. Selain itu juga secara umum kinerja reksadana non syariah lebih menarik dibandingkan reksadana syariah.

OJK mencatat, total produk reksadana syariah hanya mencapai 62 produk pada April 2014 atau hanya sekitar 7,7% dari total produk reksadana yang mencapai 805 produk.

Minggu, 18 Mei 2014

Mengetahui Prinsip Utama Investasi

Sebelum membuat keputusan dan melakukan investasi, Anda harus bertanya kepada diri sendiri apa tujuan investasi Anda?
1. Apakah kebutuhan dan aspirasi saya dalam hidup?
2. Apakah tujuan dan sasaran keuangan yang perlu saya tetapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut?
3. Bagaimana caranya saya mengembangkan strategi investasi untuk mewujudkan tujuan tersebut?

Setelah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Anda akan menemukan bahwa menginvestasikan uang Anda dengan rencana terancang dengan baik dan menyeluruh dapat memberikan hasil yang memuaskan. Anda akan memahami lebih baik bagaimana uang Anda bekerja untuk Anda, dan keputusan-keputusan mana yang membantu Anda meraih tujuan keuangan Anda dan mana yang tidak.



Enam Prinsip Utama Investasi:
  1. Evaluasi profil risiko Anda
  2. Diversifikasi investasi Anda
  3. Pemilihan jangka waktu investasi Anda
  4. Berinvestasi dini dan menginvestasikan kembali laba Anda
  5. Investasi berkala untuk keuntungan Anda
  6. Secara teratur meninjau dan menyeimbangkan kembali portofolio Anda

1. Evaluasi Profil Risiko Anda

Profil risiko Anda adalah tingkat toleransi Anda terhadap fluktuasi positif dan negatif dalam portofolio investasi Anda.

Anda perlu menentukan apakah Anda merasa nyaman dengan sejumlah volatilitas pasar yang wajar, atau apakah Anda lebih suka berinvestasi lebih tenang dengan volatilitas pasar yang lebih rendah.

Anda harus bekerja bersama seorang penasihat keuangan untuk menetapkan profil risiko dan preferensi Anda. Setelah itu Anda baru dapat dengan yakin untuk memfokuskan pada pilihan-pilihan dan strategi investasi yang sesuai dengan tingkat kenyamanan dan tujuan keuangan Anda.

Resiko versus tingkat pengembalian
Resiko yang lebih tinggi tidak otomatis berarti tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Investasi yang lebih berisiko dapat menyajikan kemungkinan tingkat pengembalian yang lebih baik, namun risiko yang lebih tinggi tidak menjamin kinerja yang baik dan malah dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih rendah dan mengurangi investasi awal Anda.

Penting untuk dicatat bahwa untuk mencapai tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi, dalam kebanyakan kasus, Anda perlu menerima tingkat risiko yang lebih besar dalam portofolio pilihan Anda.

Banyak jalan menuju sukses
Ketika membuat keputusan investasi, Anda harus berinvestasi pada tingkat dan kecepatan yang nyaman untuk Anda. Ada banyak strategi investasi yang berbeda-beda yang dapat Anda pilih untuk mewujudkan tujuan Anda. Keputusan investasi yang tepat adalah yang sesuai dengan profil risiko Anda, termasuk toleransi risiko Anda.

2. Diversifikasi Investasi Anda

Anda harus mengikutsertakan berbagai instrumen keuangan di dalam portofolio Anda ketika membuat keputusan investasi Anda. Dengan demikian, kinerja suatu investasi yang kurang baik akan diimbangi oleh laba yang dihasilkan pada investasi lain. Namun, Anda harus mencatat bahwa pengimbangan kerugian dalam investasi tertentu oleh laba dari investasi lain tidak selalu tercapai.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendiversifikasi secara efektif:

1. Membangun sebuah portofolio yang meliputi berbagai instrumen keuangan, antara lain uang tunai, sekuritas atau derivatif, yang memberikan paparan ke berbagai pasar keuangan dan kelas aset.

2. Pemilihan investasi dengan tingkat risiko yang berbeda-beda, karena beberapa risiko ini mungkin saling mengkompensasi satu sama lain, sehingga dapat membantu menstabilkan (atau setidak-tidaknya membatasi kerugian pada) kinerja portofolio Anda.

3. Mengikutsertakan investasi dalam industri yang berbeda-beda dalam portofolio Anda. Menyebar investasi Anda ke berbagai industri yang tidak saling terkait akan meminimalkan dampak dari risiko industri spesifik terhadap portofolio Anda.

4. Hal-hal yang perlu di ingat saat mendiversifikasikan investasi anda:

    Bisa jadi sangat mahal dan sulit bagi investor individu untuk membangun sendiri portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Misalnya, ketika berusaha untuk mendiversifikasikan eksposur saham, investor perlu membeli lebih dari hanya beberapa saham yang berlainan; yang memerlukan komitmen keuangan yang besar dan dapat menyebabkan biaya transaksi yang signifikan.
    Ada kemungkinan membuat kesalahan dengan menjadi terlalu terdiversifikasi. Walaupun Anda dapat menjadi tergoda untuk membeli berbagai saham, Reksa Dana dan/atau instrumen lain, hal ini dapat membuatnya sangat sulit untuk mengelola dan melacak kinerja dari jumlah investasi yang demikian banyak.

Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan pilihan-pilihan yang lebih efisien untuk diversifikasi investasi. Misalnya, suatu investasi dalam Reksa Dana Indeks atau ETF dapat memberi Anda akses instan ke portofolio saham di dalam indeks yang terdiversifikasi dengan baik.

3. Pemilihan Jangka Waktu investasi Anda

Ada dua cara pemilihan jangka waktu yang dapat mempengaruhi tingkat pengembalian investasi Anda:

1. Rencana Jangka Waktu
Investasi dapat berfluktuasi dalam jangka yang pendek, namun volatilitas tersebut dapat dikurangi apabila Anda memegang investasi tersebut dengan jangka waktu yang lebih panjang.

Portofolio yang dikelola dengan baik cenderung menunjukkan laba yang lebih tinggi dalam jangka panjang dibandingkan jangka pendek. Namun demikian, portofolio yang dikelola dengan baik sekalipun tidak dapat menjamin laba dalam jangka waktu apa pun.

2. Menentukan Waktu Masuk dan Keluar Pasar
“Membeli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi” mungkin terdengar seperti pedoman investasi yang baik, namun jika Anda berusaha “menentukan waktu masuk dan keluar pasar” (menangkap titik terendah di pasar untuk membeli dan titik tertinggi di pasar untuk menjual) akan mengakibatkan perilaku investasi yang berisiko dan akan menghasilkan laba yang lebih rendah dari perkiraan atau mengurangi jumlah pokok yang diinvestasikan.

Tidaklah mudah untuk menentukan waktu masuk dan keluar pasar dengan “membeli rendah dan menjual tinggi”. Jika Anda berusaha melakukan hal ini, Anda bisa jadi malah melakukan hal yang berlawanan (yaitu membeli tinggi dan menjual rendah). Sebaliknya, jika keputusan investasi Anda adalah sekedar membeli dan memegang investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, Anda dapat mempunyai peluang untuk menerima tingkat pengembalian investasi yang lebih baik dari berpartisipasi dalam siklus kinerja pasar yang terbaik (di atas siklus kinerja terburuknya).

4. Investasi Berkala Untuk Keuntungan Anda

Ketika membuat keputusan investasi, Anda dapat menyimpan dan mengakumulasikan kekayaan Anda secara konsisten dengan menggunakan konsep Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu komitmen untuk membeli sejumlah investasi tertentu secara teratur. Bila harga naik, lebih sedikit unit akan dibeli, dan bila harga turun, lebih banyak unit akan dibeli. Karena itu, biaya pembelian per unit akan dirata-ratakan.




Dengan cara ini, Anda dapat membangun posisi investasi yang diinginkan dengan memasuki pasar secara berkala dan berdisiplin, sehingga menghindari komitmen untuk menginvestasikan seluruh modal sekaligus di muka, atau risiko menginvestasikan sejumlah besar uang pada saat yang tidak menguntungkan.

Dollar cost averaging adalah cara yang baik untuk berinvestasi dan mengakumulasi kekayaan Anda secara teratur dan berdisiplin. Ini memungkinkan Anda untuk mengatasi volatilitas pasar dan menghindari berusaha untuk menentukan waktu masuk dan keluar pasar.

5. Berinvestasi Dini dan Menginvestasikan Kembali Laba Anda

Anda dapat berpotensi untuk memaksimalkan tingkat pengembalian Anda dengan secara konsisten menginvestasikan kembali laba yang Anda terima ke dalam investasi Anda ketika membuat keputusan investasi Anda.

Dengan demikian, Anda terus-menerus menaruh jumlah modal yang lebih besar untuk bekerja, dan pengembalian investasi Anda akan dilipatgandakan dan akan dimaksimalkan secara berangsur-angsur. Bila digunakan dengan baik, pelipatgandaan dapat membantu Anda meningkatkan sejumlah uang yang kecil menjadi jumlah yang besar dalam jangka yang lebih panjang.

6. Teratur Meninjau dan Menyeimbangkan Kembali Portfolio Anda

Sebagai bagian dari proses dalam membuat keputusan investasi Anda, Anda harus ingat untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian portofolio investasi Anda pada tinjauan yang dijadwalkan secara teratur. Evaluasi dan penyesuaianini dapat membantu memastikan portofolio Anda tetap sesuai dengan profil risiko dan tingkat pengembalian yang Anda inginkan, serta berada pada posisi yang baik untuk mencapai target kinerja investasi Anda.

Pada setiap tinjauan, tanyalah kepada diri Anda sendiri apakah situasi pribadi dan keuangan Anda telah berubah, dan apakah kinerja investasi dari portofolio Anda telah mempengaruhi tujuan Anda. Ketika memantau kinerja investasi Anda, hindari melakukan perubahan karena dorongan hati Anda (impulsif) sebagai respons terhadap fluktuasi pasar dalam jangka pendek (dan menanggung biaya transaksi sebagai akibatnya). Sebaliknya, pertimbangkan tujuan investasi dan rencana jangka waktu yang telah Anda tetapkan, sebelum memutuskan apakah sungguh-sungguh ada kebutuhan untuk menyeimbangkan kembali atau menyesuaikan kembali portofolio investasi Anda.

Minggu, 20 April 2014

Prospek Reksadana Syariah

Saat ini kondisi saham di beberapa negara mengalami penurunan, termasuk sektor perbankan. Sebagai alternatif investasi, nampaknya sektor syariah patut dilirik.


Syahril Simon, Head of Asset Management Group Islamic Bank Division CIMB Investment Bank Berhard, menuturkan selama satu dekade terakhir (2000-2010) kapitalisasi pasar produk investasi syariah tumbuh 13,6%. Selama krisis keuangan global dana kelolaan reksadana syariah mampu tumbuh sebesar 5% pada 2008-2009. Syahril lebih menyarankan investasi di reksa dana syariah yang mampu lebih survive terlepas dari kondisi fundamental.
Syahril memperkirakan dalam satu dekade ke depan kapitalisasi produk investasi syariah masih bisa tumbuh sebesar 10,6%, namun total dana kelolaan dari reksa dana syariah berpotensi membukukan pertumbuhan 20,7% untuk periode yang sama karena memang bobotnya masih kecil.
Sementara itu Cholis Baidowi, Fund Manager PT CIMB Principal Asset Management menambahkan, reksa dana syariah dapat unggul karena tidak memiliki saham perbankan. Sebagai contoh, Cholis menjelaskan mengenai kebijakan BI dalam memperketat kebijakan fiskal seperti pembatasan Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 92% dan naiknya giro wajib minimum ke 4% akan memperlambat pertumbuhan pinjaman perbankan yang berakibat pada berkurangnya pendapatan.
Jika Anda melihat lebih jauh sektor perbankan memiliki bobot yang besar di IHSG sekitar 25%. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan lebih lambat pada IHSG dibandingkan dengan Jakarta Islamic Index (JII).
Selain itu, saham dengan tingkat hutang yang tinggi di atas 45% tidak akan masuk ke dalam daftar saham syariah, dimana saham-saham tersebut mendapat tekanan dari tingkat suku bunga yang terus naik atas tingginya inflasi.

Senin, 14 April 2014

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Banyak orang yang memilih menggunakan kartu kredit untuk memudahkan transaksi dan fasilitas keuangan lainnya. Tetapi, jika tidak diatur dengan baik, justru bisa menyulitkan. Berikut ini informasi dan tips bagi Anda yang mempunyai atau ingin memiliki kartu kredit.



Keuntungan Memakai Kartu Kredit
1. Memudahkan transaksi, tidak perlu membawa banyak uang tunai.

2. Bisa digunakan untuk mencicil pembelian barang.
3. Anda tidak perlu mengeluarkan uang pada saat itu juga.
4. Berguna di saat darurat dimana uang tunai tidak tersedia.
5. Bagi penjual, tidak khawatir menerima uang palsu.

Tips Memilih Kartu Kredit
1. Pilih kartu kredit dari penerbit yang dipercaya, berpengalaman dan dikenal memiliki kinerja yang profesional.
2. Pilih kartu kredit yang banyak memberi kemudahan.
3. Pilih kartu kredit yang memberikan banyak manfaat, dibanding biaya yang dibebankan.
4. Ajukan permohonan kartu kredit hanya jika Anda telah mengerti syarat dan ketentuan yang berlaku dalam aplikasi (suku bunga, biaya, dan besarnya pembayaran minimum).

Yang Harus Anda Perhatikan Bila Memiliki Kartu Kredit
1. Fasilitas penarikan tunai melalui ATM dengan kartu kredit hanya dalam keadaan darurat saja.
Segera hubungi penerbit kartu kredit bila Anda memiliki pertanyaan, komentar ataupun mulai mengalami kesulitan pembayaran.
2. Kumpulkan sales draft Anda. Hal ini perlu sebagai pembuktian jika jumlah di lembar tagihan berbeda dengan nilai pembelanjaan Anda.
3. Untuk transaksi online dengan kartu kredit, gunakan hanya di website yang benar-benar terpercaya untuk menghindari pencurian dan tagihan ilegal.
3. Hindari hanya melakukan pembayaran minimum agar Anda terhindar dari bunga yang lumayan besar.
4. Bayar penuh tagihan sebelum jatuh tempo, agar terhindar dari biaya keterlambatan, bunga, dan biaya-biaya lain yang tidak Anda inginkan.

Senin, 07 April 2014

Prediksi Bursa Saham di Tahun Pemilu

Di tahun 2014 ini sedang ramai dengan hiruk-pikuk pesta demokrasi atau Pemilu. Sedikit-banyak hal ini tentu juga berpengaruh terhadap pasar modal dan kondisi ekonomi Indonesia. Bagaimana arah pergerakannya setelah Pemilu nanti? Berikut beberapa prediksi ekonomi dan bursa saham.


Mandiri Sekuritas
Target IHSG 5550 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 10.500 per dolar AS
  • Presiden terpilih paling pro pasar
  • pertumbuhan GDP 6%
  • BI Rate 7% pada akhir tahun
 Target IHSG 4.550 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 11.400 per dolar AS
  • Presiden terpilih paling pro pasar
  • pertumbuhan GDP 5,3%
  • BI Rate 7,75% pada akhir tahun
Target IHSG 4.000 jika:
  • Nilai tukar rupiah Rp 13.500 per dolar AS
  • presiden terpilih tidak pro pasar
  • pertumbuhan GDP 5,3%
  • BI Rate 8,5% pada akhir tahun
Rekomendasi saham: Matahari Dept. Store, Semen Indonesia, Astra Agro Lestari, Charoen Pokphand, Kalbe Farma, Indofood Consumer B.P., Ramayana Lestari, BW Plantation, dan London Sumatra.

Syailendra Capital
  • IHSG diperkirakan reli selama 2-2,5 tahun
  • Dengan asumsi inflow dana asing 2% pada 2014, inflow dana asing dapat mencapai Rp 84 triliun hingga akhir tahun
  • PE 17 kali atau IHSG bisa menyentuh 6.000
  • Investor asing masih underweight terhadap bursa saham Indonesia. Hedge fund masih di posisi short di beberapa saham unggulan
  • Apresiasi rupiah terhadap dolar AS
  • Potensi penurunan suku bunga pada semester 2 2014 akan menjadi katalis earnings upgrade
  • Fed tapering masih berlangsung hingga akhir tahun
  • Ekonomi China masih konsolidasi dan cenderung melemah
  • Contangion effect dari negara berkembang lainnya
  • Sektor saham pilihan: konsumer, perbankan, konstruksi, semen, dan perkebunan
  • Estimasi berdasarkan asumsi kondisi bursa saham selama dua kali pemilu sebelumnya
Eastpring Investment Indonesia
  • Secara valuasi, bursa saham Indonesia sudah mendekati rata-rata 10 tahun, baik secara rasio P/BV dan rasio PER MSCI Indonesia
  • Isu pengurangan QE dan pemilu akan berdampak pada kepercayaan investor
  • Selama perusahaan tetap tumbuh, IHSG akan ikut menyesuaikan
  • Dalam jangka panjang IHSG akan cenderung mengikuti pertumbuhan PDB nominal dan laba perusahaan secara keseluruhan

Minggu, 16 Maret 2014

Mengetahui Sektor Saham Pilihan

Saham merupakan salah satu investasi yang paling tinggi tingkat keuntungannya, tetapi paling tinggi pula resikonya. Ada banyak sektor saham yang ada di pasar saham. Jika Anda ingin berinvestasi di bidang saham, sebaiknya Anda fokus pada beberapa sektor saham berikut ini.



1. Komoditas
Komoditas masih akan menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia sampai beberapa tahun mendatang. Lalu apa saja saham komoditas yang bisa Anda lirik? Antara lain minyak sawit mentah (crude palm oil/CPD) atau batubara. Kedua komoditas ini masih menjadi unggulan atau favorit karena masih menjanjikan peluang keuntungan yang besar.

2. Infrastruktur
Ada saham yang berhubungan dengan infrastruktur yang juga menjadi favorit untuk dikoleksi. Misalnya saham semen. Mengapa harus semen? Karena sampai beberapa tahun mendatang, akan banyak sekali proyek infrastruktur yang akan digarap pemerintah maupun swasta. Tentu saja Anda juga harus tanggap pada situasi ini.

3. Properti
Investasi saham ketiga yang menjadi favorit adalah saham di sektor properti. Saham di sektor properti menjadi menguntungkan mengingat harga tanah yang cenderung akan selalu meningkat dan juga kebutuhan akan rumah juga tetap tumbuh. Jadi, tidak salah jika saham properti menjadi salah satu saham yang paling menggiurkan.

4. Consumer goods
Mengapa harus berinvestasi di saham jenis ini? karena kita harus ingat bahwa masyarakat Indonesia sangat konsumtif. Itulah sebabnya saham jenis ini juga menjanjikan keuntungan yang tinggi. Asalkan Anda juga pintar dalam menyeleksi mana saja perusahaan yang bisa melejit sampai beberapa tahun ke depan. Jangan sampai Anda asal memainkan saham salah satu perusahaan tanpa pertimbangan yang matang.

5. Perbankan
Saham jenis ini tetap memiliki daya tarik tapi bukan merupakan prioritas utama. Karena adanya inflasi yang mengancam cenderung membuat sebagian masyarakat menjadi takut dan ragu. Jika inflasi naik, maka suku bunga juga harus naik. Sedangkan jika suku bunganya naik, maka cost of fund juga akan naik. Nah, yang terjadi kemudian adalah net interest margin-nya pasti akan tertekan.

Setelah mengetahui beberapa sektor saham, sebaiknya Anda mulai memikirkan saham yang cocok dengan Anda, termasuk modal awal, lama investasi, dan lain sebagainya, karena setiap investasi membutuhkan perencanaan yang matang agar hasilnya bisa maksimal.

Senin, 24 Februari 2014

BI Rate Naik, Danareksa Terbitkan Reksadana Pasar Uang

Penetapan suku bunga acuan bank atau BI rate sebesar 7,5% menjadi peluang bagi Manager Investasi (MI) untuk menarik nasabah baru. Danareksa yang melihat peluang ini menerbitkan produk baru untuk reksadana pasar uang.


Danareksa Gebyar Dana Likuid II merupakan lanjutan dari produk Danareksa sebelumnya yaitu Danareksa Gebyar Dana Likuid. Direktur Danareksa, Prihatmo Hari Mulyanto menyatakan, peluncuran produk baru ini atas pertimbangan masih banyak investor potensial yang belum terserap pada reksadana pasar uang. Mayoritas karakteristik investor di Indonesia adalah investasi dengan risiko rendah, seperti menempatkan dana di deposito.

Sebelumnya, Danareksa memiliki dua produk reksadana pasar uang. Yakni Danareksa Gebyar Dana Likuid dan Danareksa Seruni Pasar Uang II. Danareksa Gebyar Dana Likuid dengan Danareksa Gebyar Dana Likuid II tidak memiliki perbedaan signifikan. Untuk produk baru ini, tidak disebutkan target return reksadana. Sebagai pembanding, data dari Infovesta menyebut return Danareksa Gebyar Dana Likuid sebesar 4,3% year on year per 16 Januari 2014.

Untuk target dana kelolaan Danareksa Gebyar Dana Likuid II dipatok Rp 1 triliun hingga akhir 2014. Danareksa mulai menawarkan Danareksa Gebyar Dana Likuid II pada awal Februari 2014.

Danareksa yakin, imbal hasil reksadana tersebut masih menjanjikan, meskipun BI rate turun. Sebab, apabila bunga deposito tak menarik, penempatan dana kelolaan bisa dialihkan pada obligasi dengan tenor pendek yang kurang dari setahun. Hari memprediksi, penurunan BI rate akan terjadi pada semester II-2014.

Senin, 20 Januari 2014

Pilihan Investasi yang Bisa Anda Pertimbangkan

Mungkin banyak dari Anda yang ingin memulai berinvestasi, tetapi bingung saat memilih investasi jenis apa yang cocok dengan Anda. Dari bermacam-macam pilihan instrument investasi, tentunya itu semua bergantung kepada keinginan dan kesanggupan Anda dalam mengelola instrumen investasi yang kita pilih nantinya. Pemilihan intrumen investasi yang tepat tentu dapat membuat Anda lebih mudah menjalankannya sekaligus mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.


Dalam berinvetasi, normalnya kebanyakan dari kita tentunya menargetkan sesuatu dengan presentase keuntungan yang tinggi bukan? Hal ini berkaitan dengan pemilihan instrument investasi. Apakah investasi tersebut menjanjikan probabilitas profit yang ditargetkan atau tidak. Jika suatu intrument yang akan dipilih ternyata tidak memenuhi syarat probabilitas yang di inginkan, maka tidak ada salahnya jika melirik jenis instrument investasi lainnya yang lebih menguntungkan.


Berikut beberapa pilihan investasi yang sanggup memberikan nilai return mulai dari rate of return yang hadir dalam skala kecil hingga lebih besar.


Deposito & Reksadana
Investasi jenis ini menjadi pilihan pengembangan aset keuangan yang sangat menarik bagi orang awam. Selain aman, resiko yang tergolong kecil membuatnya menjadi pilihan instrument investasi yang banyak diminati. Namun apabila terjadi tingkat inflasi yang tinggi, keuntungan yang tergolong kecil akan tertelan dengan nilai inflasi yang terjadi. Hal itu belum termasuk ketika memburuknya pasar modal dan masalah likuiditas.

Emas Fisik
Dalam perhitungan teoritis, emas fisik memang merupakan instrument investasi yang cukup baik melawan tingkat inflasi yang terjadi. Emas selalu berpotensi memberikan nilai lebih pada tiap tahunnya. Meskipun demikian tingkat keuntungan yang bisa Anda raih pada jenis instrument ini tidaklah selalu sesuai harapan.

Selain itu, agar mendapat keuntungan yang maksimal Anda juga perlu menimbang waktu antara membeli dan menjualnya. Jangka waktu pengembalian modal yang cukup lama bisa membuat sedikit harus bersabar untuk menuai hasilnya. Dengan kata lain emas lebih cocok untuk perencanaan investasi jangka panjang.

Waralaba
Waralaba adalah jenis pengembangan aset bisnis yang memang populer pada saat ini. Mulai dari pengusaha, selebritis hingga masyarakat awam sepertinya sudah menyadari akan hal ini. Keunggulan dari waralaba adalah Anda tidak perlu pusing dan repot untuk memikirkan strategi pengembangannya karena semua sudah tersedia, mulai dari sistem, manajement, hingga masalah promosi.


Namun beban biaya royalti yang harus ditanggung sebesar 2 sampai 15 persen dari total penjualan kotor, serta adanya beberapa ketentuan yang tidak memperbolehkan Anda mengembangkan bisnis ini secara personal atau tanpa persetujuan bersama sudah pasti akan membatasi ruang gerak Anda untuk meningkatkan nilai rate of return.

Properti
Properti adalah salah satu jenis pilihan investasi yang menjanjikan nilai keuntungan tinggi karena kebutuhannya yang masih tetap tinggi. Meski bisnis ini menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit, ada beberapa hal yang mungkin akan menjadi kendala dalam menjalankannya.

Selain modal yang cukup besar kebutuhan akan letak lokasi akan sangat menjadi penentu perkembangannya ke depan. Setidaknya orang yang bermain pada sektor properti harus mempunyai sumber informasi yang kuat mengenai perkembangan daerah dimana tempat mereka berencana membangunnya.

Trading Online

Trading online merupakan tipe pilihan investasi aktif yang mempunyai banyak pilihan produk untuk dicoba. Tidak hanya kebebasan memilih instrument yang tersedia didalamnya, keuntungan yang bersifat dua arah juga menjadi nilai tambah bagi investor untuk tetap menghasilkan keuntungan baik ketika pasar dalam keadaan naik ataupun turun.


Sekedar mengingatkan, dalam berbagai bisnis ataupun perencanaan pengembangan aset keuangan tetap terdapat resiko yang mengincar dibelakang. Meskipun trading online adalah pilihan investasi yang mempunyai banyak nilai plus tapi tetap saja hadir dengan besarnya resiko yang akan menghadang, bahkan dengan resiko terburuk, yaitu kehilangan modal awal dalam sekejap.


Namun resiko yang hadir sangatlah berimbang dengan nilai keuntungan yang akan didapatkan “high risk high return”. Instrument ini cocok bagi mereka yang memilih investasi jangka pendek ataupun jangka panjang .

Pada saat ini, ada banyak pilihan instrument investasi yang tersedia. Point utama dalam memilih investasi yang tepat adalah pahamilah dulu jenis investasi yang ingin Anda dapatkan. Entah itu dari segi modal, pengelolaan hingga hasilnya sendiri, sehingga Anda tidak terlalu kesulitan mengelola instrument investasi tersebut.

Kesimpulannya, sebelum Anda berinvestasi perlu dipertimbangkan lagi apakah instrumen investasi yang dipilih nantinya bisa memberikan Anda rasa aman, nyaman, mampu memberikan rate of return yang diharapkan dan tidak harus selalu dimulai dengan modal yang besar.

Kamis, 16 Januari 2014

Platinum Makin Lebih Mahal dari Emas

Harga platinum atau platina semakin lebih mahal daripada harga emas. Harga platinum naik ke level tertinggi dalam tiga bulan. Harga platinum naik setelah produsen terbesar di dunia, Anglo American Platinum Ltd akan mengurangi produksi di Afrika Selatan. Penurunan produksi itu mencapai 400.000 ons per tahun atau setara 7% dari produksi global. Selain untuk perhiasan, platina juga biasa digunakan dalam alat pengendali polusi dalam kendaraan.



Pada bulan lalu, Barclays Plc memperkirakan bahwa pasokan platinum akan merosot 38.000 ons tahun ini.

"Akan ada kepanikan untuk pembelian platinum karena berita ini, yang berarti pasar akan terdorong ke defisit platinum," kata Adam Klopfenstein, senior market strategist di Archer Financial Services Inc. di Chicago. Adam mengatakan pihaknya juga memperkirakan kenaikan pada logam berharga lainnya.

Harga kontrak platinum untuk pengiriman April menanjak 1,9% ke US$ 1.689,90 per ons pukul 1.15 siang waktu New York, setelah menyentuh US$ 1.706,80 yang menjadi level tertingginya sejak 9 Oktober 2012. Bulan ini, harga platina sudah menanjak 9,6%, nyaris menyamai kenaikan satu tahun lalu yang sebesar 9,8%.

Memakai harga tersebut, satu ons emas dapat ditukar dengan 0,99 ons platinum. Di Agustus lalu, satu ons emas dapat ditukar dengan 1,16 ons platinum.

Rabu, 08 Januari 2014

PPh Bunga Reksadana Obligasi Tetap 5%

Akhir tahun lalu para investor dan manager investasi reksadana harap-harap cemas dengan rencana kenaikan PPh reksadana sebesar 15%. Dengan ditandatanganinya revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16/2009, maka investor reksadana dapat bernafas lega karena pajak yang dikenakan terhadap reksadana dengan aset dasar obligasi tetap 5%.



Sejak pemerintah menerbitkan PP nomor 16/2009 tentang PPh atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, pelaku investasi reksadana menjadi khawatir. Detail peraturan menyebutkan investor akan dikenakan PPh 5% pada 2011-2013 dan kemudian akan ditingkatkan menjadi 15% pada tahun 2014.

Namun angka 15% dinilai para pelaku investasi terlalu tinggi dan dapat mengganggu iklim investasi reksadana. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan industri reksadana. Oleh karena itu, para pelaku pasar terus mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membujuk pemerintah agar menunda aturan tersebut.

"Kami melihat industri reksadana masih perlu diberikan insentif untuk berkembang lebih baik. Jadi, kalau dikenakan pajak bunga obligasi 15%, dikhawatirkan produk ini tidak menarik lagi karena biayanya terlalu tinggi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida.

Direktur Utama Agus B. Yanuar dari PT Samuel Aset Manajemen menyatakan membeli reksadana berbasis obligasi memerlukan modal yang lebih kecil bila dibandingkan dengan membelinya langsung di pasar. Bagi investor ritel, reksadana obligasi merupakan pilihan yang paling ideal untuk berinvestasi di pasar surat utang dengan modal minim.

"Produk obligasi ritel pemerintah saja masih memerlukan minimum investasi yang cukup besar. Tidak semua investor ritel mampu beli. Oleh karena itu, prospek reksadana obligasi ke depan masih sangat menjanjikan," ujarnya.

Minggu, 05 Januari 2014

Mulai Besok Satuan Lot Saham Berubah

Mulai besok Senin (6/1/2014), Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan baru untuk fraksi dan lot saham. Sebelumnya BEI sudah melakukan uji coba pada bulan November dan Desember. Uji coba dilakukan kepada seluruh Anggota Bursa (AB) yang jumlahnya saat ini sekitar 113 perusahaan.



Aturan baru ini sesuai dengan perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas (Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00071/BEI/11-2013 perihal Perubahan Satuan Perdagangan dan Fraksi Harga tanggal 8 November 2013), yang isinya antara lain mengubah jumlah satuan lot dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar saham. BEI juga mengubah fraksi harga saham (tick price).

Sebenarnya kebijakan ini akan diterapkan pada awal Desember 2013. Namun, karena masih ada beberapa sekuritas yang belum siap, akhirnya BEI menunda hingga 6 Januari 2014 mendatang.

Beberapa alasan penerapan aturan baru ini antara lain:
1. meningkatkan likuiditas.
2. menarik minat masyarat karena modal investasi menjadi lebih terjangkau.
3. memudahkan konversi harga per unit ke per lot.
4. saham kurang dari 500 lembar (odd lot) bisa bisa ditransaksikan.

Berikut aturan kelompok harga dan fraksi saham yang baru:


Kelompok Harga Fraksi Harga Pergerakan Harga Maks.
< Rp 500 Rp 1 Rp 20
Rp 500 - < Rp 5.000 Rp 5 Rp 100
Rp 5.000 ke atas Rp 25 Rp 500

Sedangkan aturan sebelumnya:

Kelompok Harga Fraksi Harga Pergerakan Harga Maks.
< Rp 200 Rp 1 Rp 10
Rp 200 - < Rp 500 Rp 5 Rp 50
Rp 500 - < 2 Rp 2.000 Rp 10 Rp 100
Rp 2.000 - < Rp 5.000 Rp 25 Rp 250
> Rp 5.000 Rp 50 Rp 500