BEI Terapkan Aturan Baru Fraksi Harga Saham

Per tanggal 2 Mei 2016 BEI terapkan lima fraksi harga saham.

Mengenal Berbagai Tipe Investor

Anda termasuk tipe investor yang mana?

Tips Sebelum Pindah Bank KPR

Perhitungkan secara teliti apabila Anda akan memindahkan KPR ke bank lain.

Mesiasati Harga Jual-Beli Ketika Menjual Emas

Bagaimana menyiasati selisih/spread harga jual-beli emas ini agar kenaikan sesungguhnya yang akan kita peroleh tidak berkurang banyak?

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Berikut ini informasi dan tips bagi Anda yang mempunyai atau ingin memiliki kartu kredit.

Kamis, 16 April 2015

Tips Mengamankan Rekening Bank Anda dari Kejahatan

Akhir-akhir ini kejahatan terhadap nasabah bank semakin meningkat. Berbagai teknik dilakukan mulai dari penipuan berkedok petugas bank gadungan, undian berhadiah, hingga metode phising atau menggunakan software ilegal. Berikut ini beberapa tips mengamankan rekening bank anda dari kejahatan dengan metode phising.


Arti dari metode penipuan phising secara umum adalah sebagai berikut:
Tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah. Informasi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh pihak penipu untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Ada beberapa detail metode yang dilakukan penipu yaitu:
  1. Penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan Nasabah sehingga Nasabah terpancing menerima keabsahan e-mail atau web sites. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti password, PIN dan nomor kartu kredit
  2. Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi atau pelaku phishing mengirimkan e-mail yang berisikan link ke situs palsu tersebut.
  3. Membuat hyperlink ke website palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

Kejahatan ini bisa berhasil karena memanfaatkan ketidak-tahuan nasabah. Agar Anda tidak terkena kejahatan tersebut, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
  1. Hapalkan dengan benar, dan selalu ketikan URL untuk alamat website resmi bank Anda pada menu alamat di browser Anda.
  2. Jangan pernah membagi atau memberikan User ID atau PIN Anda pada orang lain bahkan staf Bank sekalipun. Pihak bank tidak pernah menanyakan nomor PIN untuk alasan apapun.
  3. Pihak bank tidak pernah memberikan ancaman atau himbauan kepada nasabah terkait rekeningnya. Sebagai contoh, jika Anda mendapatkan e-mail yang berisi pemberitahuan bahwa Bank akan menutup rekening atau User ID Anda, jika tidak melakukan konfirmasi dengan data-data pribadi, silahkan abaikan dan jangan membalas atau mengklik link yang ada pada e-mail tersebut.
  4. Jangan terpancing untuk mengikuti anjuran melakukan transfer ke rekening tertentu, dengan tujuan mendapatkan hadiah undian. Sebaiknya hubungi langsung call center bank Anda atau ke kantor cabang untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
  5. Usahakan menggunakan software asli atau yang gratis (open source) dan hindari software bajakan, karena rentan disusupi software ilegal atau malware yang dapat membobol rekening Anda.

Website resmi bank dapat Anda kenali dari menu alamat akan muncul gambar gembok dan nama perusahaan bank.

Sedangkan untuk website gadungan milik penipu dari segi tampilan memang benar-benar persis sama, tetapi bisa Anda lihat dari alamat website adalah salah.

Senin, 06 April 2015

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Jiwa


Ada beberapa anggapan keliru dari orang Indonesia mengenai asuransi jiwa, diantaranya asuransi yang sia-sia, tidak menguntungkan, dan masih banyak komentar lain yang justru mengakibatkan orang bersikap antipati terhadap semua produk asuransi. Bahkan di salah satu artikel di majalah Gemari dikatakan bahwa “Orang Indonesia cenderung konsumtif, tidak memikirkan bagaimana nantinya. Sehingga kesadaran memiliki asuransi masih kurang.


Hanya sedikit orang di Indonesia yang menyadari bahwa mengasuransikan diri merupakan bagian penting dari kehidupan. Hal ini bisa dipahami, karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih harus bergelut dengan permasalahan bagaimana memenuhi kebutuhan primernya (makan, sandang dan papan).

Sebenarnya tidak semua orang butuh asuransi jiwa. Anda harus mengetahui kondisi Anda dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil asuransi jiwa. Berikut beberapa pedoman yang bisa jadi patokan:

1. Ada tanggungan
Definisi tanggungan di sini adalah ada orang yang biaya hidupnya ditanggung dari penghasilan Anda. Dan ini tidak melulu harus diartikan sebagai anak dan istri, bisa jadi orang tua, atau saudara. Kalau memang butuh asuransi, perhitungkan jumlah pertanggungan yang mencukupi. Perkirakan apakah dana pertanggungan yang Anda dapat nanti itu cukup untuk membiayai biaya hidup semua orang yang menjadi tanggungan Anda selama paling tidak 10 tahun ke depan.

2. Ada kewajiban hutang
Selain tanggungan, parameter lainnya adalah kewajiban (hutang), terutama kredit yang bernilai besar (kredit mobil atau rumah). Asuransi jiwa penting agar kerabat Anda tidak mendapat beban hutang apabila seandainya Anda mendapat musibah. Pihak asuransi akan meng-cover kewajiban hutang Anda sehingga tidak merepotkan keluarga Anda.

Selasa, 24 Maret 2015

Mengatasi Hutang Kartu Kredit Melilit

Jika Anda yang saat ini merasa gundah, bahwa hutang Anda sudah menumpuk begitu banyak, padahal Anda tahu bahwa Anda harus menyisihkan sebagian uang untuk mengantisipasi kondisi tak terduga (dana darurat) selama 3 – 6 bulan, berinvestasi untuk masa depan, membeli asuransi dan menyiapkan pensiun. Tetapi saat ini hal tersebut hampir tidak mungkin dilakukan karena hampir separuh dari penghasilan Anda digunakan untuk membayar cicilan hutang kartu kredit yang tidak pernah usai. Apa yang harus dilakukan?



Berikut beberapa tips ringan yang akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah hutang.

1. Berhenti menambah hutang kartu kredit anda. 
Masalah hutang menjadi lebih ringan di awali dari langkah sederhana namun penting ini. Tahukah Anda penyebab utama orang menggunakan kartu kreditnya adalah karena kartu kreditnya ada di dalam dompet yg dengan mudah dikeluarkan dan digunakan. Coba Anda tinggalkan kartu kredit itu di rumah dan simpan dalam lemari. Dengan cara ini Anda sudah menutup satu pintu kemudahan dalam menggunakan kartu kredit.

2. Kurangi jumlah kartu kredit anda. 
Anda tidak membutuhkan lebih dari 2 kartu kredit. Setiap kali menawarkan kartu kredit baru pihak bank akan merayu Anda dengan memuji Anda sebagai nasabah pilihan dan sebagainya. Tetapi, ketika Anda dalam kesulitan, bukan pujian yang anda dapatkan tetapi masalah dengan pihak bank. Cermatlah dalam menerima tawaran kartu kredit, jika tidak Anda butuhkan tegaskan diri Anda untuk berkata tidak. Dengan membatasi jumlah kartu kredit Anda, juga membatasi jumlah hutang Anda dan kebebasan berhutang. Jika sudah terlalu besar maka limit kartu kredit akan membatasi gerakan Anda. Jangan tembus limit kartu kredit karena Anda akan harus membayar bunga yang lebih tinggi lagi.

3. Buat anggaran bulanan. 
Catat pengeluaran dan penghasilan Anda setiap bulannya. Buat agar penghasilan Anda cukup memadai untuk satu bulan tanpa harus menggunakan kartu kredit lagi. Kemudian buat anggaran untuk satu tahun berdasarkan data bulan-bulan sebelumnya. Jika ada surplus, rencanakan untuk membaginya dalam 12 bulan sebagai tambahan pembayaran cicilan hutang Anda. Dan jika defisit anggaran, maka Anda harus mengatur kembali agar cukup memadai.

4. Hindari pembayaran minimal. 
Tahukah Anda kenapa pihak bank menetapkan pembayaran minimal yang sangat rendah untuk kartu kredit? Agar Anda terus membayar bunganya saja yang berperan sebagai sumber penghasilan bank, sedangkan pokok hutangnya sangat pelan sekali berkurangnya. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melunasi penggunaan kartu kredit Anda jika membayar dalam jumlah minimal. Begitu ada dana lebih, segera bayarkan untuk mengurangi hutang. Dan bayarkan dalam jumlah yang tetap, seolah-olah Anda membayar iuran bulanan yang tidak berubah.

5. Miliki target pelunasan hutang. 
Miliki kekuatan target agar Anda mengerti kapan hutang Anda harus berakhir. Yang harus disadari adalah masalah hutang Anda mungkin tidak akan selesai dalam waktu semalam, tapi pasti akan berakhir dengan berjalannya waktu. Jadi, tetaplah semangat dan optimis dan nikmati prosesnya.

6. Buat rencana menabung. 
Dengan adanya rencana menabung, Anda tahu bahwa jika rencana penyelesaian hutang Anda gagal, maka Anda tidak bisa naik ke tingkat berikutnya, yaitu menabung dan berinvestasi. Semakin lama Anda menunda berinvestasi dan menabung, semakin dalam problem keuangan Anda . Untuk ini Anda bisa menggunakan bantuan perangkat lunak keuangan untuk membuat perhitungan sederhana Anda, atau juga bisa Anda konsultasikan dengan perencana keuangan.

Senin, 09 Maret 2015

Mengenal Berbagai Tipe Investor

Ada berbagai macam tipe investor, dimana dalam menghadapi situasi tertentu masing-masing tipe investor mempunyai sikap tersendiri. Sebagai contoh apabila indeks harga saham Indonesia menurun. situasi yang sama ini akan dibaca secara berbeda oleh investor yang memiliki gaya investasi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah berbagai tipe investor pada umumnya.



1. Investor DCA
DCA (Dollar Cost Average) adalah metode investasi secara berkala. Di mata DCA-ers, tidak ada bedanya market sedang naik atau turun. Investor jenis ini secara berkala akan memasukkan dana dalam jumlah tertentu untuk berinvestasi. Investor jenis ini biasanya paling tidak stres menghadapi kondisi market yang bergejolak.

Kelebihan:
- Investor jenis memperkecil risiko masuk ke market pada saat yang tidak tepat. Market yang volatile bukanlah musuh baginya.
- Dapat mencicil investasinya sehingga tidak terasa terlalu berat.


Kekurangan:

- Jika market sedang "bagus-bagusnya" return investasinya tidak akan sekencang dari para one-time shoot investor. Biasanya pada kondisi market bullish, investor ini akan merasa ketinggalan kereta.
- Pada market yang cenderung turun berkepanjangan, ada kemungkinan investor ini akan merasa sedikit stres karena investasinya tidak juga menghasilkan keuntungan.

Kunci kesuksesan investor jenis DCA-ers adalah disiplin, disiplin, dan disiplin. Tanpa kedisiplinan plan investasi akan semakin kacau. Tingkatkan pelan-pelan jumlah yang Anda investasikan secara berkala. Peningkatan ini bisa dilakukan setiap 1-2 tahun sekali.


2. One-Time Shooters

Investor penganut one-time shooters akan memasukkan dana investasinya satu kali sekaligus. Biasanya investor jenis ini secara sangat hati-hati mencari momen yang pas. Misalnya pada saat market sedang jatuh. Setelah berinvestasi, investor jenis ini biasanya tutup mata dan melihat hasil investasinya beberapa tahun ke depan.

Kelebihan:
- Jika menaruh dananya pada saat yang tepat, investor one-time shooters akan memperoleh keuntungan maksimum.
- Investor jenis ini cenderung diuntungkan pada saat market bullish, apalagi dalam jangka panjang.


Kekurangan:

- Kesalahan timing dalam memasukkan dana investasinya seringkali akan mengakibatkan investor ini terpaksa harus memperpanjang jangka waktu investasinya.
- Market yang fluktuatif dan tidak begerak ke mana-mana cenderung kurang menguntungkan bagi investor ini.
- Market yang turun berkepanjangan merupakan momok bagi investor jenis ini. Kadangkala kondisi tersebut dapat menyebabkan frustasi.

Investor jenis ini harus memiliki horison investasi yang cukup panjang sehingga diharapkan investasinya akan membuahkan hasil, karena saham cenderung naik untuk jangka panjang. Disarankan jangan terlalu banyak melihat perkembangan investasinya karena pada kondisi market yang memburuk hanya akan menyebabkan ingin redeem dana investasi.


3. Market Timers atau Traders

Biasanya investor jenis ini adalah tipe yang suka "berpetualang", dan seringkali bermain dalam jangka pendek. Investor jenis ini bagaikan seorang surfer yang berusaha mengarungi ombak agar bisa maju. Risiko yang dihadapi memang besar namun potensi keuntungan yang bisa diharapkan juga besar.

Kelebihan:
- Jika mampu masuk dan keluar di saat yang tepat, pola investasi ini dapat sangat menguntungkan.
- Jika cukup "tangkas", investor ini dapat terhindar dari kerugian besar akibat penurunan market yang berkepanjangan.
- Market yang fluktuatif adalah "sahabat" seorang market-timer. Semakin fluktuatif market, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diraih.

Kekurangan:
- Biasanya investor jenis ini harus bekerja lebih keras dengan membekali dirinya agar memiliki kemampuan analisa teknikal yang mumpuni.
- Jika terlalu sering keluar masuk market, biaya subscribe atau redeem akan semakin membesar.

Investor tipe ini biasanya hanya dilakukan oleh profesional berpengalaman yang sudah banyak mempelajari analisa teknikal agar menjadi lebih "lincah" bergerak.

4. Investor Plin-Plan

Investor plin-plan biasanya tidak memiliki pola investasi tertentu. Dia akan keluar masuk market secara acak baik dalam timingnya maupun jumlah investasinya. Ciri lainnya adalah inkonsistensi dalam mengikuti strategi investasi. Terkadang ingin mencoba DCA, namun kemudian tergoda untuk menjadi market timer. Padahal kedua strategi tersebut sangat bertolak belakang. Ujung-ujungnya malah merugi. Biasanya investor jenis ini yang paling bingung pada kondisi market yang buruk karena tidak memiliki dasar untuk mengambil keputusan.

Menjadi investor dengan salah satu strategi di atas adalah sebuah pilihan. Mungkin jika sudah berpengalaman bisa sesekali "berganti gaya". Tentu saja dengan tanpa melupakan segala konsekuensi dan risikonya.

Kamis, 19 Februari 2015

Pemerintah Indonesia Lelang Obligasi Negara Rp. 10 Triliun

Pemerintah Indonesia akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi negara dalam mata uang rupiah pada 3 Maret 2015, dengan target indikatif Rp10 triliun. Berdasarkan keterangan tertulis dari Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, lelang dengan target indikatif Rp. 10 triliun tersebut untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.



Surat Utang Negara yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp. 1 juta dengan seri-seri sebagai berikut:

Seri SPN03150604 (new issuance)
Jatuh tempo: 4 Juni 2015

Seri SPN12160304 (new issuance)
Jatuh tempo: 4 Maret 2016

Seri FR0070 (reopening)
Kupon: 8,375%
Jatuh tempo: 15 Maret 2024

Seri FR0068 (reopening)
Kupon: 8,375%
Jatuh tempo: 15 Maret 2034.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang akan bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Total alokasi pembelian non-kompetitif untuk SUN seri SPN03150604 dan SPN12160304 adalah sebesar 50% dari yang dimenangkan. Sedangkan alokasi pembelian non-kompetitif untuk FR0070 dan FR0068 adalah maksimal sebesar 30% dari yang dimenangkan.

Keterangan tersebut menyatakan, penerbitan surat utang akan dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2015.

Rabu, 11 Februari 2015

Mari Berinvestasi Obligasi: Memaksimalkan Keuntungan Obligasi (bagian 2)

Setelah Investor memegang obligasi yang diperoleh dari pembelian di pasar primer (Penawaran Publik/IPO) atau pasar sekunder (Bursa Efek atau Over the Counter), maka investor mempunyai dua pilihan strategi agar dapat memaksimalkan pendapatan dari obligasi tersebut.





1. Menyimpan obligasi hingga tanggal jatuh tempo (Hold to Maturity)
Investor dapat menyimpan obligasi yang dibeli, dan menyimpan hingga mendapatkan pengembalian seluruh dana yang diinvestasikannya pada tanggal jatuh tempo. Strategi ini menjanjikan tingkat pendapatan maksimum bagi investor dari obligasi yang dipegangnya, dengan catatan setiap bunga (kupon) yang diterima secara berkala sepanjang periode obligasi tersebut langsung diinvestasikan kembali dengan tingkat bunga yang kurang lebih sama.

Keuntungan lain dari penerapan strategi ini adalah menghindarkan investor dari risiko kerugian akibat naik turunnya harga obligasi di pasar.

2. Melakukan transaksi jual beli obligasi (Trading)
Investor juga dapat menjual obligasi pada saat harga sedang tinggi dan/atau membeli pada saat harga sedang rendah untuk memperoleh keuntungan. Hal ini dimungkinkan karena harga obligasi di pasar dapat mengalami kenaikan dan penurunan seiring dengan perubahan indikator ekonomi dan keuangan Indonesia maupun dunia.

Bila obligasi kebanyakan tidak ditransaksikan di bursa, dimanakah investor dapat menjual atau membeli obligasi? Pada umumnya investor dapat menghubungi bank atau perusahaan sekuritas untuk kepentingan tersebut. Tetapi khususnya untuk investor pemegang ORI, jual beli dapat dilakukan melalui agen penjual dimana investor membeli ORI tersebut pertama kali.

Di harga berapa investor dapat menjual atau membeli obligasi? Pertanyaan ini wajar muncul karena ada penjelasan sebelumnya mengenai kondisi pasar obligasi. Tapi tak perlu khawatir, saat ini harga obligasi pada umumnya dan ORI pada khususnya sudah dapat diperoleh dengan mudah.

Bila sebelumnya investor harus mencari data harga dari berbagai sumber dan menghitung sendiri untuk mendapatkan kisaran harga obligasi, saat ini sudah ada IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency). IBPA adalah lembaga independen yang oleh Bapepam-LK selaku regulator pasar modal ditugaskan secara khusus untuk menetapkan dan menerbitkan seluruh harga pasar wajar obligasi termasuk ORI. Harga pasar wajar ORI yang ditetapkan oleh IBPA secara harian dapat diperoleh secara gratis di berbagai koran bisnis terkemuka ataupun diakses di www.ibpa.co.id sebagai situs internet resmi IBPA.

Berbekal informasi harga pasar wajar obligasi dari IBPA tersebut, maka investor obligasi dapat mengamati perkembangan harga obligasi yang dimilikinya. Dengan demikian transaksi jual dan beli obligasi untuk memperoleh keuntungan dapat dilakukan secara obyektif dengan mempertimbangkan naik turunnya harga obligasi di pasar.

Berinvestasi merupakan langkah bijak yang sangat dianjurkan oleh perencana keuangan manapun. Tapi yang perlu diingat adalah investasi selalu dihadapkan pada risiko kerugian. Dengan memasukan obligasi sebagai bagian dari investasi dapat meminimalkan risiko yang dihadapi oleh investor.

Khusus bagi pemegang ORI, selain memperoleh keuntungan dari hasil investasinya, ada hal mulia lain yang terkandung di dalamnya. Dengan membeli ORI, investor ikut serta secara aktif mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam membangun bangsa dan negara Indonesia agar tercapai masyarakat adil dan makmur.

Selasa, 03 Februari 2015

Mari Berinvestasi Obligasi (bagian 1)


Belakangan istilah ORI akrab di mata dan telinga kita. Hal ini tak mengherankan karena saat ini Pemerintah Republik Indonesia dengan dibantu puluhan bank dan perusahaan sekuritas tengah gencarnya memasarkan Obligasi Negara Ritel atau dikenal sebagai ORI (Oeang Republik Indonesia). Untuk itu berbagai papan reklame yang biasanya didominasi produk perbankan, untuk sementara waktu harus rela diganti untuk mensukseskan penjualan ORI.



Sejak pemerintah menerbitkan ORI seri 001 di tahun 2006, penerbitan Obligasi Negara Indonesia selalu laris manis. Minat masyarakat untuk membeli ORI selalu menigkat dari tahun ke tahun, hingga belakangan pemerintah sampai merasa perlu untuk membatasi maksimum pembelian agar kepemilikan ORI tidak jatuh ke tangan segelintir orang saja. Contoh pembatasan yang ditetapkan pemerintah pada penerbitan ORI 008 adalah dengan membatasi pembelian maksimum oleh setiap investor tidak boleh melebihi Rp 3 miliar.

Mengapa ORI yang merupakan satu diantara jenis instrumen investasi obligasi bisa sedemikian menarik? Apakah yang dimaksud dengan obligasi? Bagaimana memaksimalkan investasi Anda di ORI maupun obligasi?

Perangkat penggalangan dana dan instrumen investasi

Penerbitan obligasi merupakan satu diantara pilihan bagi pemerintah maupun perusahaan swasta untuk melakukan penggalangan dana dari masyarakat luas melalui pasar modal. Sebagai contoh, Pemerintah RI menerbitkan Obligasi Negara Ritel untuk menghimpun dana dari masyarakat agar dapat membiayai sebagian dari defisit anggaran belanja pemerintah.

Contoh lain, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat memperoleh dana untuk membangun pembangkit listrik baru, pembangunan jalur distribusi listrik baru dari penerbitan obligasi yang dijual kepada investor.

Untuk berbagai tujuan tersebut pemerintah RI atau perusahaan swasta kemudian menerbitkan sertifikat obligasi sebagai “tanda bukti berutang” kepada investor yang membeli obligasi dengan sejumlah nilai uang tertentu, jangka waktu tertentu, dengan imbalan tingkat bunga (kupon) tertentu.

Karena bersifat utang, maka pada akhir periode pinjaman atau tanggal jatuh tempo, penerbit obligasi berkewajiban mengembalikan seluruh hutangnya kepada investor. Sementara bunga obligasi (kupon) yang merupakan imbalan bagi investor atas dana yang dipinjamkan, biasanya dibayarkan secara berkala dan dalam jumlah tetap sepanjang periode pinjaman berlangsung. Oleh karena itu instrumen obligasi sering disebut juga dengan instrumen investasi yang memberikan pendapatan tetap bagi investor pemegangnya (Fixed Income).


Keuntungan yang diharapkan investor dari investasi dalam bentuk obligasi adalah peluang untuk mendapatkan tingkat pengembalian (imbal hasil/pendapatan) yang lebih tinggi dari deposito dan adanya rasa aman dari kemungkinan kehilangan dana investasi akibat kebangkrutan. Khususnya obligasi yang diterbitkan pemerintah, kemungkinan kebangkrutan dapat dikatakan hampir tidak ada, sehingga sering digolongkan sebagai instrumen investasi yang tidak ada risiko kebangkrutan (Risk Free).

Manfaat lain dari obligasi bagi investor adalah adanya tambahan pilihan alat investasi selain saham. Prinsip manajemen risiko yang menekankan untuk “Tidak menaruh seluruh telur dalam satu keranjang” bukan lagi monopoli dari manajer investasi yang mengelola dana yang berjumlah besar. Dengan adanya obligasi sebagai alat investasi, investor ritel pun dapat mulai membagi dananya untuk diinvestasikan ke dalam beberapa “keranjang” yang berbeda. Dengan demikian bila “keranjang saham” sedang jatuh dan telur di dalam nya pecah, maka masih ada “keranjang obligasi” yang masih aman, dan demikian pula sebaliknya. Sebagai informasi sebelum adanya instrumen Obligasi Ritel Indonesia, sebagian besar obligasi hanya dibeli dan dijual oleh perusahaan maupun institusi keuangan besar.

Investor Ritel berinvestasi obligasi

Mengapa obligasi hingga saat ini relatif masih belum populer di kalangan investor ritel Indonesia dibanding saudaranya yang bernama saham?

Salah satu penyebab utamanya adalah karena transaksi obligasi umumnya tidak dilakukan di Bursa Efek. Kebanyakan obligasi ditransaksikan di luar bursa (over the counter) antara dua pihak yang bersepakat untuk melakukan transaksi jual dan beli. Berbeda dengan saham yang hampir selalu ditransaksikan di bursa, investor dengan mudah melakukan transaksi jual beli saham maupun untuk mendapatkan informasi harga mutakhir. Dengan tidak ditransaksikannya obligasi di bursa, transaksi obligasi dilakukan secara terpencar-pencar oleh para pelakunya. Konsekuensinya investor mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi mengenai masing-masing transaksi serta informasi harga jual dan beli dari setiap seri obligasi.

Selain karena transaksi obligasi dilakukan secara over the counter, penyebab lain dari kurang memasyarakatnya obligasi adalah nilai minimum transaksi obligasi yang sangat besar sehingga menyulitkan investor ritel untuk membeli obligasi. Sebagai gambaran, nilai transaksi yang umum terjadi di pasar sekunder obligasi adalah Rp 1 miliar untuk setiap transaksi, bandingkan dengan investasi di saham dimana investor mempunyai banyak pilihan apakah akan bertransaksi dengan nilai puluhan ribu rupiah hingga puluhan jutaan rupiah saja untuk satu lot saham. Sebagai contoh, untuk dapat membeli saham perusahaan mentereng sekelas PT Astra International Tbk. pada tanggal 18 Januari 2011 seorang investor ritel cukup merogoh kocek sebesar Rp 4700,- per lembar saham, atau Rp 2.350.000,- untuk mendapatkan 1 lot atau 500 lembar saham.

Tidak heran, instrumen obligasi selama ini hanya dapat dinikmati oleh kalangan investor institusional seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, bank, dan lembaga keuangan lainnya. Peluang investor ritel dengan daya beli yang terbatas menjadi sangat kecil untuk dapat menginvestasi dananya dalam bentuk obligasi. Keberadaan ORI merupakan solusi ampuh untuk menjembatani kesulitan yang dihadapi oleh investor ritel ini. Obligasi yang biasanya dijual dalam partai besar (baca: miliaran Rupiah), melalui ORI obligasi tersebut dipecah-pecah dan dapat dijual secara eceran (ritel) sehingga mudah terjangkau oleh investor ritel.

bersambung ke bagian 2

Jumat, 23 Januari 2015

Saham Terbaik dan Layak Beli di Tahun 2015

Anda yang masih pemula atau masih belajar dalam investasi saham, tentu perlu mengetahui saham-saham yang bagus. Adalah 28 saham perusahaan terbaik, terutama 5 sektor yang perlu diperhatikan, yaitu industri barang konsumsi, infrastruktur, keuangan, Perdagangan dan jasa, serta properti.



Ke 28 perusahaan tersebut diperoleh setelah melalui analisa sejumlah indikator seperti likuiditas, profitabilitas, volatilitas harga selama tahun 2014, nilai transaksi harian, return on equity (ROE), transparansi, debt to equity ratio (DER), dan lain-lain. Berikut emiten terbaik yang bisa Anda pertimbangkan untuk dikoleksi di tahun 2015.

Industri Manufaktur

    PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) +10,4%
    PT Astra International Tbk (ASII) +9,6%


Industri Barang Konsumsi

    PT Gudang Garam Tbk (GGRM) +24,9%
    PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +27,2%
    PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) +20%

    PT Indofood CBP Tbk (ICBP) +15,5%

Industri Kimia Dasar

    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) +19,3%
    PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) +10,4%


Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

    PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) +53,8%
    PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) +31,5%
    PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) +30%
    PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ( PGAS) +11,6%


Keuangan

    PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) +39,5%
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) +36,9%
    PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) +31,6%
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) +20,1%

Pertambangan

    PT Vale Indonesia Tbk (INCO) +26,9%
    PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) +7,79%


Perdagangan dan Jasa

    PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) +53,6%
    PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) +30,6%

    PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) +10,6%

Pertanian

    PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) +14,3%
    PT Astra Agro Lestasi Tbk (AALI) +11,1%

Real Estate

    PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) +68,2%
    PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) +51,9%
    PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) +38,6%
    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) +34,2%
    PT Modernland Realty Tbk (MDLN) +30,8%


Selain informasi di atas, juga diperlukan pengetahuan tentang aspek manajemen suatu perusahaan. Lo Kheng Hong, salah satu investor ternama, menyarankan untuk mempelajari kredibilitas manajemen, apakah terpercaya ataukah memiliki catatan buruk terkait pengelolaan investasi. Setelah itu cermati prospek bidang usaha/industri yang dijalani perusahaan tersebut, apakah prospektif atau tidak.

Selamat berinvestasi!

Rabu, 21 Januari 2015

Tips Sebelum Pindah Bank KPR

Kenaikan BI rate berdampak cukup luas di sektor perkreditan, terutama bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Beberapa kalangan menganggap hal tersebut masih bisa diatasi. Tetapi tidak sedikit pula yang harus kelabakan menghadapinya. Kenaikan bunga KPR bisa diatasi dengan beberapa cara agar tidak mengganggu arus kas keuangan Anda. Salah satu cara adalah pengalihan KPR ke bank lain yang menawarkan bunga lebih rendah. Tetapi Anda harus memastikan langkah ini bersifat ekonomis.





Berikut beberapa perhitungan yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengalihkan KPR.
  • Biaya penalti. Bank lama akan mengenakan biaya penalti pelunasan KPR lebih cepat. Biaya ini bervariasi dari 1% - 2% dari sisa pokok pinjaman.
  • Biaya pengurusan take over KPR. Bank yang barus akan memperlakukan Anda seperti Anda mengurus KPR baru walaupun Anda sebelumnya adalah debitur di bank lama. Biaya yang muncul pun sama, antara lain biaya survei kredit, administrasi, provisi, notaris, dan urusan legal lainnya.
  • Kenaikan appraisal harga rumah. Harga rumah kredit Anda bisa jadi meningkat cukup tinggi. Hal ini bisa mempengaruhi dan menambah beban cicilan Anda.

Hitung dengan teliti seluruh biaya dan perubahan cicilan yang akan dibebankan sebagai pembanding apakah take over itu layak Anda tempuh atau tidak.

Senin, 05 Januari 2015

Pilihan Investasi yang Cocok untuk Anda


Ada berbagai pilihan invetasi yang tersedia pada saat ini, tergantung dari keinginan, kesanggupan, dan kedisiplinan Anda dalam mengelola instrumen investasi. Pemilihan instrumen investasi yang tepat dapat membantu kita melipat gandakan nilai investasi secara berkesinambungan. Tetapi juga sebaliknya, pemilihan instrumen investasi secara acak dan terkesan asal asalan bisa membuat Anda mengalami kerugian bahkan dengan resiko terburuk kehilangan modal awal investasi.



Dalam kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil seperti saat ini, Anda harus bisa menentukan jenis investasi yang tidak hanya memberikan keuntungan tetapi juga rasa aman akan nilai investasi yang Anda tanamkan. Memilih investasi yang tepat dan sesuai dengan apa yang Anda inginkan, sebaiknya Anda memperhatikan terlebih dulu beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan.

1. Tujuan investasi

Rencana investasi akan menjadi lebih baik jika sesuai dengan tujuan finansial yang telah Anda pikirkan. Adapun tujuan financial tersebut misalnya untuk biaya pendidikan anak-anak, perluasan bisnis, pemekaran perusahaan dan lain lain. Sehingga Anda bisa menghitung target yang ingin Anda capai.

2. Jangka waktu investasi
Jangka waktu investasi juga memiliki pengaruh dalam berinvestasi, apakah seorang investor akan memilih jenis investasi jangka pendek atau jangka panjang. Semakin lama jangka waktu yang ditetapkan oleh seorang investor biasanya semakin besar pula hasil yang diharapkan. Ataupun sebaliknya semakin pendek jangka waktu berinvestasi yang ditetapkan, maka nilai keuntungannya pun semakin kecil, tetapi dengan resiko yang lebih rendah tentunya.

Perhitungan resiko terhadap investasi tersebut ada baiknya lagi Anda pamahami bahwa setiap investasi mengandung resiko. Sehingga Anda harus bisa memastikan terlebih dahulu seberapa besar resiko yang sanggup Anda hadapi nanti pada saat berinvestasi.

Pilihan Investasi yang Sesuai

Seiring dengan berkembangnya zaman, Saat ini hadir beragam pilihan instrument investasi yang ditawarkan dengan tingkatan yang berbeda satu sama lain. Berikut ini tipe investasi sesuai dengan tingkat toleransi finansial masing-masing investor.

1. Konservatif

Konservatif merupakan tipe investasi dengan sedikit resiko. Investor yang bermain dalam level ini biasanya lebih memilih mendapatkan keuntungan dalam skala kecil namun aman daripada mencari keuntungan yang besar namun penuh dengan resiko.

Tujuan utama dari jenis investasi ini adalah mencari keuntungan secara berkesinambungan dengan menghindari resiko sekecil apapun.

Contoh investasi yang cocok untuk tipe investor yang bermain pada level ini adalah tabungan atau deposito berjangka. Perlu diingat mengambil investasi dengan contoh diatas cendrung memberikan keuntungan (bunga) kecil sehingga terkadang bisa kalah oleh besarnya inflasi, apalagi diterapkan pada jangka waktu yang panjang.

2. Moderat

Moderat merupakan tingkat penginvestasian dengan tingkat resiko menengah (balance), Investor yang bermain dalam kategori ini cendrung memiilih jenis investasi yang mempunyai kadar keseimbangan yang sama antara keuntungan dan kerugian yang akan didapat. Keuntungan yang dicari harus sama dengan resiko yang dihadapi.

Tujuan moderat investor adalah mencari kesimbangan nilai investasi dengan menekankan porsi yang seimbang antara resiko dengan keuntungan yang bisa dihasilkan.

Jenis investasi yang cocok adalah obligasi yang diterbitkan oleh swasta ataupun Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN). Kekurangan investasi dari jenis ini adalah, nilai portfolio investasi akan berkembang dengan lamban.

3. Agresif

Agresif merupakan tipe investor yang mempunyai level tertinggi dikelasnya. Mereka merupakan tipikal investor yang berani dan siap mengambil resiko sebesar apapun asalkan mereka bisa meraih keuntungan semaksimal mungkin.

Tujuan utama agresif investor adalah meraih keuntungan semaksimal mungkin dengan persiapan yang matang terhadap resiko yang mereka hadapi. “high risk, high return” mereka sudah berpikir dengan matang apabila nantinya mereka mendapat kerugian (loss), maka itu merupakan bagian dari permainan.

Khusus bagi Agresif investor ada banyak pilihan Tipe investasi yang mereka inginkan mulai dari investasi berjangka seperti valas, emas, oil, dan saham hingga penginvestasian yang bersifat real seperti properti yang bisa mempunyai nilai berlipat ganda.

Banyaknya jenis pilihan instrumen investasi, membuat Anda mau tidak mau harus memahami dan mencari instrumen seperti apa yang cocok dengan karakter dan kebutuhan Anda. Ketidakpahaman seorang investor akan jenis investasi yang sesuai dengan karakternya akan membuat mereka menjadi gagal dalam berinvestasi.

Point utama dalam memilih investasi yang tepat adalah pahamilah dulu jenis investasi yang ingin Anda dapatkan entah itu dari segi modal, pengelolaan, hingga hasilnya, sehingga Anda tidak terlalu kesulitan mengelola instrumen investasi tersebut. Tapi jika anda merupakan tipe orang yang ingin meraih keuntungan penuh dalam bisnis ini maka “High risk, high return” merupakan aturan mutlak dalam berinvestasi.