Jumat, 11 Januari 2013

Mensiasati Harga Jual-Beli Ketika Menjual Emas

Seperti kita tahu dalam perdagangan emas, ada selisih/spread antara harga jual dan harga beli emas batangan. Selisih harganya berada pada kisaran 3.5-12%, bergantung pada ukuran kepingnya.

Jika kita ambil rerata selisih ini pada angka 6%, maka semisal kenaikan harga emas mencapai 20%, maka kenaikan "sesungguhnya" yang akan kita terima adalah 14%.

Angka yang cukup besar bukan? Lalu bagaimana menyiasati selisih/spread harga jual-beli emas ini agar kenaikan sesungguhnya yang akan kita peroleh tidak berkurang banyak?



Ada beberapa trik untuk menjual emas:

1. Mencari tempat menjual emas
Yang pertama, mungkin kita bisa mencoba untuk mencari tempat terbaik menjual kembali emas kita; tempat terbaik adalah tempat dimana emas kita dihargai (jauh) lebih tinggi di atas patokan harga antam.

2. Menjual sendiri/mandiri
Inilah salah satu kelebihan investasi emas karena tidak seperti investasi yang lain, emas mudah untuk diperjualbelikan secara mandiri. Kita bisa menjual sendiri emas kita kepada tetangga/saudara/teman atau bahkan kepada orang yang belum kita kenal. Kita bisa infokan/promosikan emas yang ingin kita jual melalui email/bbm/facebook/twitter ataupun media lainnya.

3. Titip jual
Dengan sistem titip jual, emas kita akan dijual dengan harga cukup tinggi kepada pembeli/pelanggan lain di toko/tempat tersebut, tinggal nanti disepakati fee administrasi yang sepakat untuk diberikan kepada toko/tempat tersebut sebagai imbal balik dari layanan titip jualnya. Memang tidak semua toko/tempat mau melayani titip jual, namun tidak ada salahnya Anda mencoba menanyakannya. Layanan titip jual kembali ini bisa menjadi poin tambahan bagi kita untuk menentukan dimana sebaiknya kita membeli emas.

0 comments: