Senin, 11 Februari 2013

Memilih Investasi Dinar atau Emas Logam Mulia

Masih banyak di antara kita yang mungkin masih bingung memilih untuk memulai investasi emas, dalam bentuk koin dinar atau emas batangan LM. Yang pasti keduanya sama-sama terbuat dari emas yang dalam jangka panjang selalu mengalami kenaikan nilai, dan ini adalah karakter murni emas. Apapun bentuknya kalau dia terbuat dari emas, maka pasti akan mengalami kenaikan nilai, karena emas dan perak telah terbukti sebagai media perdagangan yang adil.

Namun, koin dinar dan emas batangan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini beberapa sifat, kelebihan dan kekurangan antara koin dinar dan emas LM.

Koin Dinar


Kelebihan:
  1. Memiliki sifat unit account, mudah dibagi, dikali, dijumlah dan dikurangi. Semisal kita punya 10 dinar dan kita perlu untuk melepas 1 dinar, maka tinggal dilepas yang 1 dinar dan tetap bisa kita simpan yang 9 dinar.
  2. Memiliki nilai dakwah, karena penggunaan dinar dirham merupakan bagian dari syariat Islam itu sendiri.
  3. Nilai jual kembali yang cukup tinggi, perbedaan antara harga jual dan beli adalah sekitar 4%. Namun ini hanya berlaku sesama pengguna atau di komunitas.


Kekurangan:
  1. Liquid, namun tidak begitu liquid. Sesama pengguna/komunitas koin dinar cukup gampang diperjualbelikan, namun di toko emas agak sulit dijual ataupun di gadai bank syariah, harga gadainya sedikit lebih rendah.
  2. Obyek kena pajak. Di Indonesia, koin dinar dianggap seperti perhiasan sehingga dikenakan PPN 10%.
  3. Biaya cetak yang masih tinggi, ikut berpengaruh pada harga jual koin dinar itu sendiri. Prosentasenya sekitar 3-5% dari harga jualnya.

Emas Batangan Logam Mulia


Kelebihan:
  1. Bukan obyek pajak, hingga saat ini, sehingga tidak dikenakan PPN 10%.
  2. Bebas biaya cetak, tetapi umumnya hanya berlaku untuk batangan 1000gr.
  3. Sangat likuid, hampir semua toko emas mau membeli emas batangan logamm mulia dan bank syariah juga mau menerima gadainya.
  4. Nilai jual tinggi, dan nilai gadai juga lebih tinggi dibanding emas bentuk lain.


Kekurangan:
  1. Biaya cetaknya cukup tinggi, khusus untuk kepingan kecil.
  2. Kurang fleksible. Jika kita menyimpan dalam kepingan yang cukup besar, semisal: 100gr, kemudian kita perlu diuangkan sedikit, semisal: 10gr, maka agak sulit. Kita mesti menjual/menggadai 100gr tersebut semuanya.

Semuanya kembali ke pilihan Anda masing-masing, apakah ingin investasi hanya di salah satu jenis, atau diversifikasi dengan investasi di kedua jenis tersebut.

0 comments: